Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 29 Juni 2026
Pemeran Video Mesum Bertato Kupu-Kupu Lapor ke Polres Buleleng
BERITABALI.COM, BULELENG.
Wanita pemeran video mesum bertato kupu-kupu resmi melapor ke SPKT Polres Buleleng. Laporan dilayangkan lantaran wanita berinisial R itu merasa dirugikan atas viralnya video tersebut di media sosial.
Menurut informasi, R melapor ke Polres Buleleng pada Selasa (24/6). Surat laporannya bahkan diunggah oleh R melalui akun Instagram Story miliknya, dengan menulis caption "sekian untuk hari ini".
Beberapa tulisan dalam surat laporan itu sengaja ditutupi oleh R. Namun ada beberapa bagian yang tetap terlihat, menunjukkan jika R merasa dirugikan dan keberatan atas kejadian tersebut. Ia meminta agar pihak kepolisian segera melakukan upaya penyelidikan.
Dikonfirmasi terkait hal ini, Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi mengaku belum menerima informasi dari anggotanya mengenai adanya laporan dari R. Meski begitu, pihaknya berkomitmen akan selalu menindaklanjuti laporan masyarakat secara profesional.
"Semua masyarakat punya hal untuk melapor. Nanti akan saya cek dulu terkait laporan ini, dan akan kami uji laporannya apakah memenuhi syarat untuk menuntut haknya atau tidak," ucapnya saat ditemui Kamis (26/6).
Sebelumnya, warganet dihebohkan dengan beredarnya video mesum pasangan sejoli yang diduga merupakan warga asal Buleleng. Video berdurasi 6 menit 50 detik itu menyebar luas di media sosial Facebook dan WhatsApp.
Dalam video tersebut, pemeran wanita tampak mengenakan gaun merah dengan tato bergambar kupu-kupu di dada kirinya. Sementara pemeran pria berambut cepak dan mengenakan perhiasan kalung emas. Adegan dewasa itu dilakukan dua sejoli di dalam sebuah kamar.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun