Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Viral Aksi Pendaki Turuni Lereng Gunung Agung Demi Topi
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Sebuah video aksi nekat seorang pendaki Gunung Agung yang berusaha mengambil topinya di lereng terjal puncak gunung baru-baru ini viral di media sosial dan memicu keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk Forum Pemandu Gunung Agung.
Dalam video tersebut, tampak seorang pendaki nekat menuruni kemiringan ekstrem di atas ketinggian sekitar 3.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) hanya demi mengambil topi yang terjatuh. Aksi itu dinilai sangat berisiko dan berpotensi membahayakan nyawa.
Ketua Forum Pemandu Gunung Agung, I Ketut Mudiada, menyayangkan tindakan sembrono tersebut. Menurutnya, meski kemiringan tidak mencapai 90 derajat, area itu tetap tergolong berbahaya karena pijakan yang tidak stabil dan rawan longsor. Ia menilai aksi itu sangat tidak layak dilakukan, meskipun oleh pendaki berpengalaman sekalipun.
“Turunan seperti itu cukup berbahaya, walaupun mungkin ia sudah terbiasa mendaki. Tapi tetap saja, risiko terperosok sangat tinggi, apalagi jika batu yang dipijak tiba-tiba lepas,” ujar Mudiada, Selasa (1/7/2025).
Ia menambahkan, keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap pendakian. Barang yang jatuh, sekalipun memiliki nilai pribadi atau emosional, seharusnya tidak menjadi alasan untuk mempertaruhkan keselamatan diri.
Ia mengingatkan, pernah ada insiden serupa sebelumnya, di mana seorang pendaki mengalami luka-luka akibat nekat mengambil barang yang jatuh di kemiringan curam.
“Kami tidak tahu seberapa penting topi itu bagi pendaki tersebut. Tapi tindakan seperti itu sangat kami sayangkan. Kalau sampai terjadi hal yang tidak diinginkan, bukan hanya dia yang rugi, tapi juga akan menyulitkan banyak pihak termasuk tim evakuasi,” tegasnya.
Mudiada pun mengimbau seluruh pendaki untuk lebih bijak dan disiplin selama berada di kawasan Gunung Agung, terlebih di wilayah puncak yang medan dan cuacanya sangat tidak bisa diprediksi. Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran agar tidak terulang kembali.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan