Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 29 September 2026
Pulau di Bali Diduga Dikuasai WNA, Menteri ATR/BPN Siap Cek Legalitas
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Dugaan kepemilikan sejumlah pulau kecil di Bali oleh warga negara asing (WNA) mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengaku telah menerima laporan soal praktik ini dan akan segera melakukan pengecekan legalitasnya.
Dalam rapat bersama Komisi II DPR RI di Jakarta, Selasa (1/7/2025), Nusron menyebutkan sejumlah pulau di wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) diduga telah dikuasai oknum asing, bahkan sudah dibangun properti mewah di atasnya.
“Penjualan pulau-pulau kecil kepada oknum-oknum pihak asing atau WNA. Ini ada beberapa kejadian, enggak tahu dulu prosesnya bagaimana, tiba-tiba intinya apakah legal standing-nya kayak apa akan kita cek, tiba-tiba tanah itu atau pulau tersebut dikuasai oleh beberapa orang asing. Ada di Bali dan di NTB,” ujar Nusron.
Ia menambahkan, saat ini belum bisa dipastikan apakah pulau-pulau itu resmi berpindah kepemilikan atau hanya dikelola melalui perjanjian bisnis tertentu. Di beberapa lokasi, diketahui telah dibangun resort dan rumah atas nama asing.
“Apakah legalnya itu masih punya WNI tetapi mereka teken kontrak dengan yang bersangkutan atau bagaimana, kita belum tahu. Tetapi secara kasat mata, pulau tersebut itu dibangun rumah, dibangun resort atas nama asing,” sambungnya.
Nusron menegaskan aturan kepemilikan pulau oleh WNA dilarang di Indonesia. Namun, kerja sama pengelolaan melalui investasi bersama badan hukum Indonesia masih diperbolehkan, selama tidak memindahkan kepemilikan.
“Secara aturan itu kalau dimiliki asing enggak boleh. Tapi kalau kemudian WNI atau badan hukum Indonesia bekerja sama dengan investor asing, ah ini kita belum anu, bagian dari investasi itu memang diperbolehkan. Tapi yang diperbolehkan adalah pengelolaannya, bukan kepemilikannya,” tegas Nusron.
Baca juga:
Menteri AHY Ingin Jadikan Bali Pulau Lengkap
Isu ini pun menjadi perhatian di Bali, mengingat potensi pelanggaran tata ruang, pengelolaan wilayah pesisir, hingga kemungkinan ancaman terhadap keberlanjutan adat serta lingkungan lokal. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8518 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5863 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3680 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2510 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar