Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Gamelan Tua Sanggar Laras Manis Badung Hidupkan Suasana PKB
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Meskipun diguyur hujan deras, semangat berkesenian Sanggar Laras Manis dari Banjar Umahanyar, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal tetap menyala di atas panggung Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47.
Sanggar ini mewakili Kabupaten Badung dalam ajang Rekasadana Rekonstruksi Gamelan Tua yang berlangsung di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Art Center Denpasar, Minggu (6/7).
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gde Eka Sudarwitha turut hadir menyaksikan penampilan bersama koordinator sanggar dan pembina tabuh. Walau area penonton tidak sepenuhnya terisi karena cuaca, antusiasme masyarakat tetap terasa lewat tepuk tangan dan sorak sepanjang pertunjukan Sanggar Laras Manis.
Sanggar ini membawakan dua komposisi utama, yakni Tabuh Petegak Wayang dan Tabuh Pamungkah Wayang. Kedua karya klasik ini menjadi bagian penting dalam seni pertunjukan wayang kulit Bali.
Koordinator Sanggar, I Made Gatra Astawa, didampingi Pembina Tabuh, I Made Martha, menjelaskan bahwa Tabuh Petegak berfungsi sebagai tabuhan pembuka untuk menghadirkan suasana musikal di awal pentas.
“Biasanya gending ini untuk merangsang atau mengundang penonton untuk menyaksikan pertunjukan yang akan dimulai kemudian dilanjutkan dengan tabuh telu. Tabuh ini berfungsi pada saat dalang menghaturkan sarana prasarana bahwa akan memulai membuka gedog,” jelasnya.
Selanjutnya, Tabuh Pamungkah Wayang dimainkan saat dalang membuka keropak atau gedog sebelum pertunjukan dimulai.
“Gending ini biasanya dimainkan saat dalang membuka keropak atau gedog yang ditandai dengan memukul tutup tempat wayang atau nebah kropak,” ujar Made Martha.
Pamungkah terdiri dari beberapa bagian penting, di antaranya Bapang Jojor untuk igel kayonan, Tulang Lindung untuk nyejer wayang, Pekaad untuk mencabut kayonan, dan Alas Harum (Candi Rebah) yang menandakan kemunculan tokoh utama dalam cerita.
Baca juga:
Duta Barong Ket Denpasar Metaksu di PKB 2025
“Sebagai penutup, disajikan tabuh gilak yang bernama Gilak Bugari yang menandakan pertunjukan wayang telah berakhir,” tambahnya.
Penampilan Sanggar Laras Manis ini tak hanya menjadi media pelestarian seni klasik Bali, tapi juga menunjukkan bahwa generasi muda Badung masih berkomitmen menjaga warisan budaya leluhur di tengah tantangan zaman.
Editor: Redaksi
Reporter: Diskominfo Badung
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6028 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4697 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2666 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2356 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2245 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan