Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 8 Mei 2026
Warga Jembrana Keluhkan SPMB, Siswa Ditempatkan di Sekolah Puluhan Kilometer
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Sejumlah orang tua bersama anak-anak mereka yang hendak masuk jenjang SMA/SMK mendatangi rumah Ketua Komisi II DPRD Jembrana, I Ketut Suastika alias Cuhok, pada Minggu (13/7/2025) pagi.
Kedatangan mereka untuk menyampaikan keluhan terkait pelaksanaan SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru), tahun 2025 yang dinilai tidak berpihak pada warga setempat.
Baca juga:
Disdikpora Bangli Buka Posko Pengaduan SPMB
Para orang tua mengaku kecewa karena anak-anak mereka tidak diterima di sekolah negeri terdekat, seperti SMA Negeri 1 Melaya. Sebaliknya, calon siswa justru dinyatakan diterima di sekolah yang jaraknya sangat jauh, bahkan sampai ke wilayah Kabupaten Buleleng.
“Banyak orang tua dan calon siswa datang ke rumah saya. Mereka kecewa karena sistem penerimaan siswa baru tidak jelas. Contohnya, ada yang dari Melaya daftar di SMA Negeri 1 Melaya, tapi malah diterima di sekolah di Buleleng yang jaraknya puluhan kilometer,” kata Cuhok.
Baca juga:
Disdikpora Buleleng Buka Posko SPMB
Menurutnya, jarak sekolah yang terlalu jauh akan sangat menyulitkan siswa dan orang tua. Selain waktu tempuh yang panjang, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan serta membuat siswa rawan datang terlambat.
“Ini kan lucu. Masak anak-anak harus sekolah sejauh itu. Bisa capek di jalan, bisa telat, dan kalau hujan atau ada kendala di jalan bisa makin bahaya. Ini banyak yang alami, bukan satu dua orang,” tambahnya.
Cuhok juga menyebut, situasi ini membuat sejumlah calon siswa menjadi tidak semangat melanjutkan pendidikan. Bahkan, ada di antaranya yang menyatakan tidak ingin sekolah jika tetap harus ke sekolah yang sangat jauh dari rumah.
Atas kondisi ini, Cuhok meminta dinas terkait untuk segera melakukan evaluasi terhadap sistem PPDB tahun ini dan mencarikan solusi agar para siswa bisa bersekolah di lokasi yang lebih dekat.
"Kalau tidak ditangani, bisa-bisa jumlah siswa yang putus sekolah bertambah. Harus ada solusi yang masuk akal. Kami di DPRD akan kawal dan dorong agar ini diperbaiki. Masak sekolah sampai puluhan kilometer dari rumah,” tegasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 738 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 671 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 490 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 472 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik