Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 26 September 2026
Pasca-Tenggelam KPM Tunu, Ritual Mulang Pekelem Digelar Lagi di Selat Bali
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Setelah dihentikannya operasi pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, masyarakat di Gilimanuk bersama instansi terkait berencana menggelar upacara mulang pekelem di Selat Bali.
Upacara ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus permohonan keselamatan di tengah laut, terutama di jalur penyeberangan yang padat aktivitas pelayaran.
Ritual mulang pekelem ini rencananya akan dilaksanakan pada Jumat (25/7/2025) di sekitar Dermaga LCM Gilimanuk, berdekatan dengan Pura Segara. Upacara ini merupakan yang pertama digelar kembali setelah hampir sembilan tahun terakhir tidak dilakukan di kawasan tersebut.
Ketua panitia karya yang juga Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Toni Wirahadikusuma, menjelaskan bahwa persiapan upacara telah dilakukan dengan melibatkan Desa Adat Gilimanuk, ASDP, serta unsur Kecamatan Melaya. Pihaknya juga telah memohon petunjuk kepada para sulinggih di wilayah Gilimanuk dan Manistutu terkait pelaksanaan upacara tersebut.
"Upacara ini merupakan ungkapan bhakti dan upaya menjaga keharmonisan alam semesta, utamanya di wilayah laut Selat Bali yang menjadi jalur utama pelayaran," ujar Ida Bagus Toni.
Dalam prosesi upacara nanti, akan dilakukan pelarungan sejumlah hewan ke tengah laut, termasuk kerbau dan angsa, sebagai simbol persembahan kepada laut. Pelarungan atau nglarung ini mengikuti tatanan dan tradisi adat Bali.
Sementara itu, Manajer Usaha ASDP Gilimanuk, Ryan Dewangga, menyampaikan bahwa ritual ini juga atas saran dan dukungan dari Bupati Jembrana. ASDP turut memfasilitasi pelaksanaan upacara, termasuk penyediaan kapal motor yang akan digunakan untuk pelarungan persembahan.
Menariknya, ritual mulang pekelem kali ini juga beriringan dengan tradisi petik laut yang biasa dilakukan oleh komunitas nelayan muslim Gilimanuk. Dalam prosesi tersebut, masyarakat juga akan melarung kepala kerbau ke tengah laut sebagai bentuk syukur dan harapan akan keselamatan dalam mencari nafkah di laut.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8448 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5806 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3632 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2460 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar