Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




PAD Karangasem Ditarget Naik Rp35 Miliar, Bukan dari Galian C

Kamis, 24 Juli 2025, 23:15 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/PAD Karangasem Ditarget Naik Rp35 Miliar, Bukan dari Galian C.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Pemerintah Kabupaten Karangasem menargetkan kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp35,7 miliar dalam APBD Perubahan 2025. 

Peningkatan ini diproyeksikan tercapai dalam waktu lima bulan, tanpa mengandalkan sektor Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) atau galian C.

Baca juga:
Target PAD Karangasem 2025 Baru Capai 16,83 Persen

Target pendapatan ini bersumber dari sektor lain yang menunjukkan tren pertumbuhan positif, seperti Bea Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan (BPHTB) yang diproyeksikan naik hingga Rp15 miliar, disusul Pajak Hotel dan Restoran sekitar Rp6 miliar, serta Pajak Rekreasi dan Hiburan sebesar Rp2 miliar, dan Pajak Listrik sekitar Rp5 miliar.

"Untuk peningkatan PAD di perubahan ini kita tidak menargetkan dari sektor MBLB, tetapi kita genjot sektor lain seperti BPHTB, Pajak Hotel dan Restauran, Pajak Hiburan serta beberapa sektor lainnya yang perkembangannya cukup positif," kata Kepala BPKAD Karangasem, I Wayan Ardika, saat menghadiri rapat kerja pembahasan APBD Perubahan 2025 di Gedung DPRD Karangasem, Kamis (24/7/2025).

Ardika menyampaikan optimisme terhadap capaian target tersebut, apalagi realisasi pajak BPHTB pada APBD induk sebelumnya telah melampaui target. Menurutnya, tren yang positif ini menjadi dasar optimisme dalam perubahan APBD.

Sementara untuk sektor MBLB, BPKAD Karangasem tidak merancang adanya kenaikan. Pasalnya, hingga kini mereka masih fokus mengejar target yang telah dipasang pada APBD induk 2025, mengingat cuaca yang kurang mendukung serta sejumlah proyek infrastruktur yang belum berjalan.

"Kalo untuk target di sektor MBLB pasti tercapai, cuma untuk meningkatkan di sektor tersebut pada perubahan kami belum berani melihat situasi perkembangan cuaca dan proyek yang banyak belum jalan sehingga agak sedikit lesu," tandas Ardika.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/krs



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami