Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
Kura Kura Bali Bantah Terlibat Penutupan TPA Suwung
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kepala Komunikasi PT Bali Turtle Island Development (BTID) atau Kura Kura Bali, Zakki Hakim, menanggapi soal tudingan netizen soal adanya keterlibatan kepentingan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Serangan, Denpasar tersebut di balik penutupan TPA Suwung
Zakki menegaskan bahwa penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung sepenuhnya merupakan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali bersama instansi terkait, sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk mengakhiri sistem pembuangan sampah open dumping di seluruh Indonesia.
"Untuk kami, penutupan TPA Suwung adalah kebijakan pemerintah provinsi dan instansi terkait. Ini sesuai pernyataan Menteri KLHK baru-baru ini kepada semua kepala daerah di Indonesia terkait pengolahan sampah tanpa sistem open dumping. Jadi keputusan ini bukan dari kami dan berada di luar kendali kami," kata Zakki, Jumat (8/8/2025) saat dikonfirmasi.
Menurutnya, selama ini Kura Kura Bali telah mengelola sampah secara mandiri di dalam kawasan, sekaligus membantu solusi di luar kawasan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membangun Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) berkapasitas 3 ton per hari di Desa Serangan, melalui program Bappenas dan Kementerian PUPR.
Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan beberapa banjar di Desa Serangan untuk membuat lubang tanam bagi sampah organik, meski masih tahap prototipe.
"Kami mencari metode yang paling pas untuk Desa Serangan. Karena lain jenis sampah, tentu pengelolaannya berbeda," ujarnya.
Untuk sampah plastik, Kura Kura Bali mengaku sudah lama mengadakan workshop pengolahan sampah menjadi barang bernilai jual. Zakki menilai, masalah sampah di Bali merupakan persoalan menahun yang memerlukan kerja sama semua pihak agar tercipta sistem pengelolaan sampah sehat dan berkelanjutan.
Ia juga mengingatkan pengalaman saat kebakaran di TPA Suwung pada 2023 yang berlangsung hingga sebulan, di mana asap pekat dirasakan warga di Pedungan, Sesetan, Sidakarya, Sanur, hingga Kuta.
Baca juga:
TPA Suwung Hanya Terima Sampah Anorganik, DKLH Bali Bantah Isu Dibuka untuk Sampah Organik
"Posisi kami sama seperti warga, kami ingin ada solusi yang baik untuk TPA Suwung," jelasnya.
Zakki menambahkan, kawasan proyek Kura Kura Bali saat ini belum memiliki penduduk, sehingga dampak langsung asap saat terjadinya kebakaran di TPA Suwung lebih dirasakan warga di wilayah padat penduduk seperti Pedungan dan Sesetan.
Baca juga:
TPA Suwung Hanya Terima Sampah Anorganik, DKLH Bali Bantah Isu Dibuka untuk Sampah Organik
"Sekali lagi, ini keputusan dari pemerintah pusat dan di luar kendali kami. Keputusan ini berlaku untuk seluruh Indonesia, bukan hanya TPA Suwung," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan banyak netizen yang merespons soal penutupan TPA Suwung dari pernyataan Gubernur Bali, Wayan Koster. Salah satunya, mereka menduga ada keterlibatan Kura Kura Bali dalam kebijakan tersebut, karena memang keberadaannya dekat dengan TPA Suwung.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 955 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 783 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 603 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 561 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik