Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 15 Mei 2026
KMHDI Bali Soroti Ketidaksiapan Pemerintah Soal Infrastruktur Pengolahan Sampah, Masyarakat Bingung
beritabali/ist/KMHDI Bali Soroti Ketidaksiapan Pemerintah Soal Infrastruktur Pengolahan Sampah, Masyarakat Bingung.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Penutupan TPA Suwung dalam beberapa waktu terakhir menjadi sorotan di media sosial, terutama terkait pernyataan Gubernur Bali I Wayan Koster yang dinilai membuat masyarakat bingung dan geram.
Fakta di lapangan menunjukkan ketidaksiapan infrastruktur pengolahan sampah, sementara masyarakat belum mampu memproses sampah secara mandiri. Narasi “sampah sendiri diurus sendiri” yang disampaikan Gubernur Bali dinilai sulit diterapkan tanpa dukungan fasilitas memadai.
Baca juga:
Koster: Sampah Dibuat Sendiri, Selesaikan Sendiri, Kabupaten Kota Wajib Tangani Penumpukan
Bank sampah yang seharusnya menjadi solusi justru belum tersedia di setiap desa. Kondisi ini membuat warga kesulitan mengelola sampah daur ulang. Selain itu, infrastruktur pemrosesan sampah residu juga belum jelas arah kebijakannya, sementara edukasi terkait pemilahan sampah dinilai masih minim.
Ketua PD KMHDI Bali, I Putu Dika Adi Suantara, mengungkapkan bahwa masyarakat sering kecewa karena sampah yang sudah dipilah kembali dicampur oleh petugas kebersihan.
"Permasalahan sampah di Bali sangat lah menjadi permasalahan yang sering diperbincangkan, Peraturan demi peraturan sudah bermunculan, namun dikalangan masyarakat belum sepenuhnya mengetahui tentang tata cara pengolahan sampah, hal ini semestinya perlu adanya sosialisasi kemudian pertimbangan demi pertimbangan yang matang dengan melihat realita di lapangan," ujar Dika, Sabtu (9/8/2025).
Ia juga menyoroti lemahnya regulasi lapangan dalam menindak pelanggaran terkait sampah. Menurutnya, penutupan TPA Suwung tanpa solusi infrastruktur yang memadai berpotensi membuat masyarakat meminta pertanggungjawaban kepada pemerintah.
"Infrastruktur belum mencukupi sudah dilakukan penutupan. Jika kondisi seperti ini terus menerus, tidak menutup kemungkinan masyarakat akan meminta pertanggung jawaban kepada Gubernur Bali Koster karena menutup TPA Suwung tanpa memberikan solusi," tambah Dika.
Dika menegaskan, sebelum mengambil keputusan strategis, pemerintah harus mempertimbangkan kondisi lapangan, kesiapan masyarakat, dan melakukan sosialisasi yang konsisten.
"Tujuannya bagus, tapi apakah sarana dan prasarana di masyarakat sudah siap? perlu dilakukan aksi nyata dari pemerintah untuk terjun langsung ke masyarakat memberikan sosialisasi pengolahan sampah secara konsisten agar tidak menjadi masalah di kemudian hari dan membuat citra seseorang pemimpin yang buruk," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1335 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1025 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 862 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 769 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik