Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 28 Juni 2026
BNN Gianyar Libatkan Guru Tangkal Ancaman "Zombie Vapes"
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Tren penyalahgunaan vape dengan campuran narkotika berbahaya seperti etomidate dan ketamin yang dijuluki "Zombie Vapes" menjadi perhatian serius Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI).
Menyikapi hal itu, BNN Kabupaten Gianyar bergerak cepat dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk para guru, untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkoba yang semakin terselubung.
Sebagai bagian dari gerakan nasional Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), BNNK Gianyar bersinergi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan. Guru dan pembina Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) dari berbagai sekolah SMP, SMA/SMK hingga perguruan tinggi dilibatkan sebagai garda terdepan pengawasan.
Kepala BNNK Gianyar, Sudirman, menekankan pentingnya peran pendidik. "Dunia pendidikan harus peka terhadap modus-modus baru peredaran narkoba," tegasnya.
Menurut Sudirman, vape yang terlihat biasa bisa saja disalahgunakan dengan mencampurkan narkotika sehingga sangat berbahaya karena pelajar tidak menyadarinya.
"Guru harus menjadi mata dan telinga di sekolah," tambahnya.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengedukasi pendidik, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa perlindungan generasi muda adalah tanggung jawab bersama.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, peran guru kini semakin meluas, tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga pelindung moral dan masa depan anak bangsa dari ancaman narkoba.
BNNK Gianyar berharap, kolaborasi ini mampu menjaga generasi muda di Gianyar dari bahaya narkotika, termasuk ancaman "Zombie Vapes" yang kini tengah marak.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun