Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Alasan Gusti Bem Raih Skor Tertinggi di Seleksi Sekda Gianyar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Inspektur Kabupaten Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, berhasil mencatatkan namanya di posisi teratas dalam seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) Gianyar.
Dengan perolehan skor akhir 90,41, ia mengungguli empat kandidat lainnya, menjadikannya figur terkuat untuk menduduki jabatan strategis tersebut.
Proses seleksi yang berlangsung ketat dari 4 hingga 26 Agustus 2025 ini diikuti oleh lima kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sekda Gianyar, I Dewa Gede Alit Mudiarta, menegaskan bahwa proses ini dirancang untuk memastikan integritas dan objektivitas dalam memilih pemimpin.
“Proses seleksi dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berintegritas, dengan melibatkan unsur akademisi, pejabat berkompeten, serta tokoh profesional,” jelas Dewa Alit.
Hasil akhir seleksi menunjukkan Gusti Bem unggul jauh dari kandidat lain. Di bawahnya, Anak Agung Gde Raka Suryadiputra menempati posisi kedua dengan skor 80,37, diikuti oleh I Gusti Ngurah Gede Suwastika dengan skor 80,29.
Dengan hasil ini, Pemerintah Kabupaten Gianyar menunjukkan komitmennya untuk memilih pemimpin daerah berdasarkan kompetensi dan kapabilitas, bukan hanya berdasarkan syarat administrasi semata.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4428 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2015 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1541 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 998 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 933 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun