Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Agustus 2025, Bandara Ngurah Rai Layani 2,33 Juta Penumpang
BERITABALI.COM, BADUNG.
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai kembali mencatat kinerja gemilang. Sepanjang Agustus 2025, bandara kebanggaan Pulau Dewata ini melayani 2.334.879 penumpang, naik 2,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Jumlah tersebut terdiri dari 1.471.378 penumpang internasional dan 863.501 penumpang domestik. Artinya, rata-rata 75.319 penumpang per hari atau sekitar 3.138 penumpang per jam memadati bandara.
Puncak pergerakan tercatat pada 1 Agustus 2025, dengan rekor 79.810 penumpang dalam sehari.
Tidak hanya jumlah penumpang, trafik pesawat juga meningkat. Sepanjang Agustus, tercatat 12.893 pergerakan pesawat, terdiri dari 6.889 penerbangan internasional dan 6.004 domestik, atau naik 1,6 persen dibandingkan tahun lalu.
Secara kumulatif, sejak Januari hingga Agustus 2025, Bandara Ngurah Rai sudah melayani 16.115.267 penumpang dengan 94.911 pergerakan pesawat.
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, menegaskan pihaknya berkomitmen menjaga kualitas layanan.
“Dengan tren positif ini, kami terus meningkatkan pelayanan. Salah satunya dengan penerapan sistem pelaporan kedatangan penumpang internasional All Indonesia yang sudah 100 persen berjalan sejak 1 September,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Senin (8/9/2025) di Badung.
Melalui sistem tersebut, seluruh proses pengisian data kedatangan penumpang internasional kini dilakukan dalam satu aplikasi, sehingga lebih ringkas dan mempercepat pemeriksaan dokumen.
“Harapannya, perbaikan layanan ini memberi nilai tambah sekaligus menghadirkan pengalaman lebih baik bagi seluruh penumpang,” pungkas Syaugi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun