Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 28 Juni 2026
Koster Minta Data Kemiskinan Bali Harus Detail dari Kondisi Rumah hingga Toilet
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan pentingnya data statistik yang lengkap dan detail untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan di Bali. Hal itu ia sampaikan saat menerima audiensi Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, Senin (8/9/2025) di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar.
Pertemuan tersebut membahas rencana Bulan Statistik Nasional yang akan digelar pada 26 September 2025 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali. Dalam kesempatan itu, BPS juga memohon kehadiran Gubernur Koster untuk memberikan arahan kepada ratusan pegawai BPS.
Koster yang dikenal sebagai mantan dosen mata kuliah statistik di Universitas Tarumanagara, Universitas Pelita Harapan, dan STIE Perbanas, memberikan dukungan penuh terhadap acara tersebut. Namun lebih jauh, ia menekankan pentingnya sinergi antara BPS dan Pemerintah Provinsi Bali dalam beberapa program prioritas, seperti:
- Sensus Kebudayaan Bali
- Sensus Ekonomi terkait Ekonomi Kerthi Bali
- Sensus Kendaraan di Bali
- Sensus Populasi Krama Bali
- Sensus jumlah pengangguran di Bali
Menurutnya, data yang dimiliki pemerintah harus benar-benar mendalam dan detail agar tepat sasaran dalam kebijakan maupun penyaluran bantuan.
"Data pengangguran di Bali harus by name, by adress. Kita harus kerja konkrit menyelesaikan pengangguran di Bali, termasuk kemiskinan. Datanya harus lengkap, menggambarkan kondisi rumahnya, dapur, sampai toiletnya, jadi kalau kita memberikan bantuan dilakukan dengan tepat sasaran," tegas Gubernur Koster yang langsung disambut baik oleh Kepala BPS Provinsi Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun