Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
PHDI Denpasar Gelar Persembahyangan Bersama Pascabanjir, Mohon Keharmonisan Alam
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bencana banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Bali, termasuk Kota Denpasar, menimbulkan kerugian besar baik dari sisi alam, harta benda, maupun dampak psikologis masyarakat.
"Sebagai upaya mengharmoniskan seluruh elemen tri hita karana, kami menggelar persembahyangan bersama," jelas Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar, Dr. I Made Arka, S.Pd M.Pd saat ditemui di sela-sela persembahyangan di Pura Agung Jagatnatha pada Sabtu (13/9) pagi.
Persembahyangan dihadiri perwakilan Walikota Denpasar, unsur Forkompimda, Paiketan Paruman Pandita Kecamatan se-Kota Denpasar, Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Kota Denpasar, Peradah, KMHDI, serta jajaran pengurus PHDI hingga tingkat desa/lurah.
Made Arka menekankan, melalui upacara ini diharapkan goncangan yang menimpa alam semesta (bhuwana agung) dan umat manusia (bhuwana alit) kembali damai dan harmonis.
"Kita memohon ampun dan memohon kepada Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa agar dilepaskan dari bencana ini, serta alam kembali harmonis dan damai agar kita terhindar dari bencana di masa datang," ujarnya.
PHDI Denpasar berharap, persembahyangan bersama ini dapat menetralisir dampak negatif pascabencana, serta membangkitkan kekuatan dan ketabahan umat untuk kembali menjalani kehidupan normal.
"Persembahyangan dan upacara ini juga sebagai upaya mohon pengampunan dan mohon kerahayuan jagat dan umat manusia," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Dharma Upapati Paruman Pandita PHDI Kota Denpasar, Ida Pandita Mpu Jaya Ashita Santi Yoga, mengingatkan bahwa bencana ini adalah peringatan bagi umat manusia agar senantiasa menjaga keseimbangan dan keharmonisan filosofi Tri Hita Karana.
"Kita diharapkan selalu menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan alam," jelasnya.
Menurutnya, salah satu penyebab bencana adalah karena manusia mulai lalai menyayangi alam. "Semoga melalui peringatan ini kita senatiasa tetap eling dan melaksanakan filosofi Tri Hita Karana dalam tindakan nyata sehari-hari dan bukan sekadar slogan semata," tegasnya.
Selain upacara persembahyangan, PHDI Denpasar juga menggalang dana dan bantuan barang, khususnya bagi pemangku dan pandita yang terdampak bencana.
"Salah satunya akan diarahkan kepada para pemangku dan pandita yang juga tertimpa bencana, termasuk nantinya kepada umat secara keseluruhan," pungkas Made Arka.
Baca juga:
PHDI Denpasar akan Gelar Menek Kelih, Pawintenan Saraswati, Sapu Leger, dan Metatah Massal
Upacara dipimpin oleh Ida Pandita Mpu Jaya Ashita Santi Yoga bersama Wakil Ketua Dharma Upapati Paruman Pandita PHDI Kota Denpasar, Ida Pedanda Nyoman Sidemen Arimbawa, dengan banten utama berupa Banten Bendu Piduka dan Caru Ayam Brumbun.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2617 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan