Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 26 Juni 2026
Tim Kickboxing Buleleng Sabet 6 Medali di Porprov Bali 2025, Diwarnai Dugaan Konflik Wasit
beritabali/ist/Tim Kickboxing Buleleng Sabet 6 Medali di Porprov Bali 2025, Diwarnai Dugaan Konflik Wasit.
BERITABALI.COM, BULELENG.
Tim Kickboxing Buleleng tampil gemilang di ajang Porprov Bali 2025 yang berlangsung di GOR Lotring Kuta pada 12–13 September 2025. Skuad binaan Coach I Kadek Jiwa Remaja berhasil menyumbang 2 emas, 1 perak, dan 3 perunggu.
Sembilan atlet Buleleng yang turun di berbagai kelas antara lain Putu Aditya Pratama, Syahabblanca Filivonso Hartono, Putu Wanda Kesyana Putri, Ni Kadek Mirah Pratiwi, Komang Sudi Sudarmiani, Gede Brian Mahadi Agustira, Komang Jaya Kusuma, Made Wira Kayana Dewi, dan Kadek Pratama Dwipayana.
Namun, prestasi membanggakan ini dibayangi dugaan konflik kepentingan dalam mekanisme penunjukan wasit. Manajer tim, I Ketut Reksa Wijaya SH MH, menilai ada potensi ketidaknetralan yang merugikan atlet.
Dia menjelaskan sejak awal pihaknya sudah menyampaikan keberatan kepada Ketua Wasit/Juri terkait penunjukan salah satu wasit berinisial GEPS.
"Setelah ada protes dan rekomendasi tadi TD kepada ketua Wasit/Juri, GEPS tidak lagi dilibatkan setiap kontingen Buleleng bertanding," ungkapnya.
Menurut Reksa, keberadaan GEPS sebagai juri ketika atlet binaannya bertanding berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan mengganggu netralitas penilaian.
Ia menegaskan pihaknya sedang mempersiapkan materi protes sesuai mekanisme yang berlaku.
“Hasil pertandingan kami terima secara sportif, tetapi bagaimana hasil itu diperoleh, itu yang menjadi keberatan kami, kami ingin cabor Kickboxing menjadi percontohan fair play," ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun