Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Fraksi PDIP Desak Pemkab Buleleng Antisipasi Banjir Sejak Dini
BERITABALI.COM, BULELENG.
Meski cuaca di wilayah Buleleng saat ini masih tampak cerah, Pemkab Buleleng diminta untuk tidak tinggal diam. Banjir yang rutin terjadi di wilayah Denpasar dan Badung diharapkan bisa menjadi pembelajaran agar langkah antisipasi segera dilakukan.
Dorongan itu muncul dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Buleleng dalam rapat bersama Sekda Buleleng Gede Suyasa di ruang rapat gabungan komisi DPRD Buleleng, Kamis (18/9).
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Buleleng, Ni Kadek Turkini, menekankan pentingnya kesiapsiagaan sejak dini. Ia menilai normalisasi sungai dan pembersihan saluran drainase harus segera dilakukan, mengingat wilayah perkotaan selalu menjadi langganan banjir saat hujan deras.
"Segera antisipasi. Buatkan aliran air ke arah barat (Sungai Sudamala) karena kalau ke timur sudah tidak menampung, sehingga Kampung Anyar selalu terendam. Jangan sampai sudah ada banjir, baru buat skema-skema meredakan banjir. Harus sedia payung sebelum hujan," katanya.
Baca juga:
Antisipasi Banjir, PUPR Denpasar Rutin Bersihkan Sampah di Sungai, Drainase dan Saluran Air
Sementara Ketua Komisi II DPRD Buleleng, Wayan Masdana, menyebut upaya antisipasi banjir tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah. Menurutnya, masyarakat juga harus berperan aktif dengan menjaga kebersihan lingkungan.
"Masyarakat harus sadar, jangan buang sampah sembarangan. Saluran drainase jangan dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah. Karena kalau sampahnya terus menumpuk, upaya pemerintah tetap sia-sia. Jadi masyarakat juga harus sadar," katanya.
Menanggapi hal tersebut, Sekda Buleleng Gede Suyasa menjelaskan bahwa pemerintah sedang menyiapkan solusi berupa pembangunan sodetan untuk mengalihkan aliran air dari arah Selatan (Sukasada) menuju ke barat (Sungai Sudhamala).
Pembangunan sodetan ini direncanakan mulai tahun 2026 bersamaan dengan penataan titik nol Kota Singaraja.
“Selama ini air dialirkan ke utara (Kampung Anyar) sehingga wilayab itu selalu tergenang banjir. Kami carikan solusi dengan mengalihkan aliran air ke Sungai Sudhamala di yang kapasitas alirannya lebih besar,” jelasnya.
Selain itu, Suyasa menambahkan gerakan bersih-bersih kali di kalangan ASN rutin dilakukan setiap Jumat. Beberapa sungai yang mengalami sedimentasi juga akan segera dikeruk dengan bantuan alat berat.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3810 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1756 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang