Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Autopsi WNA Australia, RSUP Prof Ngoerah Tegaskan Tidak Ada Pencurian Organ Jantung
BERITABALI.COM, DENPASAR.
RSUP Prof Ngoerah (Sanglah) menegaskan isu pencurian organ yang beredar terkait autopsi Byron James Dumschat, warga negara Australia yang meninggal di sebuah vila di Bali, tidak benar.
Autopsi dilakukan pada 4 Juni 2025 atas permintaan resmi penyidik Polsek Kuta Utara. Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Prof Ngoerah, dr. I Made Darmajaya, Sp.B, Sp.BA., Subsp.D.A(K)., MARS, FIAFS, dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (24/9/2025) menyatakan bahwa seluruh prosedur dilakukan sesuai standar operasional.
Baca juga:
Jenazah WNA Australia Dipulangkan dari Bali Tanpa Jantung, Pemerintah RI Diminta Klarifikasi
"Secara teknis, autopsi dilakukan sesuai dengan SOP dan sudah menjadi prosedur tetap untuk mengambil organ utuh dan/atau sampel organ/jaringan serta cairan tubuh untuk pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan mikroskopis jaringan (patologi anatomi) serta analisis toksikologi bila ada indikasi," jelasnya.
Menurutnya, setiap organ atau sampel organ, jaringan, maupun cairan tubuh yang diambil tercatat dalam laporan autopsi ataupun Visum et Repertum. Pada kasus tertentu, jantung memang perlu diambil secara utuh untuk dianalisis lebih lanjut.
"Mengeraskan atau fiksasi jaringan utuh jelas memerlukan waktu jauh lebih panjang daripada sampel organ," ujarnya.
Darmajaya menambahkan bahwa proses analisis membutuhkan waktu sekitar satu bulan hingga dapat dilihat di bawah mikroskop dan hasil pemeriksaan dilaporkan.
"Proses tersebut harus diakui membutuhkan waktu tidak pendek, yaitu sekitar 1 bulan," tegasnya.
Ia memastikan akurasi dan ketelitian tetap menjadi prioritas utama dalam pemeriksaan forensik sejak awal hingga diterbitkannya laporan resmi. Setelah pemeriksaan selesai, jantung milik Byron James Dumschat sudah dikembalikan.
Repatriasi atau pengembalian organ dilakukan setelah jenazah diterbangkan kembali ke Australia.
"Hal ini disebabkan karena waktu lebih panjang yang diperlukan untuk memproses jantung yang bersangkutan untuk pemeriksaan patologi anatomi," katanya.
Dengan demikian, Darmajaya menegaskan bahwa isu pencurian organ yang beredar adalah tidak benar dan tidak terjadi pada pelaksanaan autopsi Byron James Dumschat.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5915 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4636 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2601 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2255 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan