Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 14 Juni 2026
Viral Video Dugaan Pembabatan Hutan di Ambengan, LPHD Bantah: Hanya Bersihkan Semak
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sebuah video berdurasi 31 detik yang diunggah akun Facebook @Nengah Setiawan viral dan menimbulkan kegaduhan di Buleleng. Dalam video itu, Nengah menyebut terjadi pembabatan di kawasan hutan lindung Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, Buleleng.
"Semeton saya sekarang tepat berasa di desa Gitigit, Dusun Pumahan. Cingakin je (lihat ini) semeton bebuin babate (lagi ditebang) hutan lindunge. Sangat kelihatan dari jalan Singaraja-Denpasar... Tolong itu ditindak agar tidak habis hutan di Singaraja. Nanti bisa kekeringan. No omon omon," ujar Nengah Setiawan dalam videonya yang diunggah pada Senin (6/10).
Tak lama setelah video itu viral, Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Mertha Sari Bhuana Desa Ambengan, Ketut Agus Kusmawan, bersama Polhut dan Perbekel Desa Petandakan Wayan Joni Arianto, mendatangi rumah Nengah Setiawan untuk klarifikasi. Namun, kedatangan itu justru kembali diviralkan oleh Setiawan yang menyebut dirinya mendapat tekanan.
"Diantar oleh kepala Desa Petandakan yang berpakaian adat Bali. Pegawai hutan mendatangi saya dan menekan agar saya mengklarifikasi pembabatan hutan lindung. Tolong bantu saya menyelamatkan Hutan di kabupaten Buleleng," tulis Nengah Setiawan dalam unggahan lanjutan di Facebooknya.
Menanggapi hal itu, Plt UPTD KPH Bali Utara Hesti Sagiri langsung menggelar pertemuan dengan sejumlah perbekel di Kecamatan Sukasada, termasuk Perbekel Desa Ambengan Nyoman Seri dan Ketua LPHD Ketut Agus Kusmawan.
Dalam pertemuan tersebut, Agus menegaskan bahwa tidak ada pembabatan hutan seperti yang disebut dalam video tersebut. Ia menyebut kegiatan di lapangan hanyalah pembersihan semak belukar di lahan yang akan digunakan untuk program investasi FOLU Perhutanan Sosial Tahun 2025.
"Tidak ada perusakan hutan. Kami berkomitmen menjaga hutan, dan melestarikannya dan masyarakat sejahtera. Video yang diunggah Setiawan itu diambil dari jarak jauh. Kami hanya membersihkan semak belukarnya, karena kami dapat bantuan 1.300 bibit untuk ditanam. Tidak ada kayu besar yang kami tumbangkan," terangnya.
Agus juga membantah tudingan intimidasi terhadap Setiawan. Ia menjelaskan kedatangannya bersama pihak terkait ke rumah Setiawan murni untuk memberikan klarifikasi.
"Saya tegaskan tidak ada intimidasi, kami hanya ingin menerangkan bagaimana sih hutan yang kami kelola," jelasnya.
Sementara itu, Plt UPTD KPH Bali Utara Hesti Sagiri mengatakan, dari total 300 hektar kawasan hutan di Desa Ambengan, sekitar 30 persen sudah dikelola oleh LPHD sejak 2018 untuk agrowisata dan agroforestri. Pihaknya rutin melakukan pemantauan agar aktivitas masyarakat sesuai aturan mengingat kawasan itu berstatus hutan lindung.
Ia juga menilai, video yang diviralkan oleh Nengah Setiawan merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.
"Kalau viral, itu selanjutnya menjadi kehati-hatian kami. Tapi prinsipnya, kami mengucapkan terima kasih, tidak marah diviralkan dan lain sebagainya, termasuk kepada Pak Nengah Setiawan. Artinya kawasan hutan kita menjadi atensi dan perhatian seluruh masyarakat," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Kasus Penjualan Gading Gajah di Tampaksiring Masuk Tahap Penuntutan
Dibaca: 1000 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli