Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Ribuan Bayi di Buleleng Dapat Vaksin Heksavalen, Apa Itu?
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sebanyak 2.450 bayi di Kabupaten Buleleng mulai menerima vaksin Heksavalen, program imunisasi terbaru yang diluncurkan oleh Dinas Kesehatan Buleleng.
Vaksin ini memberikan perlindungan terhadap enam penyakit menular sekaligus, yakni difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, Haemophilus influenzae tipe B (Hib), dan polio.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, mengatakan program ini menjawab keresahan masyarakat soal banyaknya suntikan yang harus diterima bayi dalam imunisasi dasar.
“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” kata Sebawa.
Ia menjelaskan, vaksin Heksavalen dirancang untuk menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan, sehingga bayi mendapatkan perlindungan lebih luas dengan jumlah suntikan yang lebih sedikit.
Menurut Sebawa, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua dalam menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL). Selain manfaat bagi bayi dan keluarga, tenaga kesehatan juga merasakan efisiensi karena pemberian vaksin menjadi lebih praktis dan efektif.
“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas Sebawa.
Program vaksin Heksavalen ini juga menjadi langkah strategis nasional untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.
Lebih lanjut, Sebawa menyebut Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional, bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), yang mulai mengimplementasikan vaksin ini pada Oktober 2025.
Di Buleleng, vaksin diberikan kepada bayi berusia 2 bulan hingga 2 bulan 29 hari, dan diharapkan mampu mendorong capaian IDL di atas 95 persen.
“Sekaligus untuk mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular,” tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5870 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4612 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2580 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2224 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2203 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan