Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Kasus ISPA di Badung Meningkat Akibat Cuaca Ekstrem
BERITABALI.COM, BADUNG.
Perubahan cuaca ekstrem kini mulai berdampak nyata pada kesehatan masyarakat di Kabupaten Badung, Bali.
Panas terik di siang hari yang tiba-tiba berubah menjadi hujan disertai udara dingin menjadi pemicu meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di berbagai wilayah.
Direktur RSUD Mangusada, I Wayan Darta mengungkapkan bahwa lonjakan pasien dengan gejala batuk, pilek, dan demam kini meningkat signifikan dalam beberapa minggu terakhir.
“Kondisi iklim saat ini benar-benar ekstrem. Siang bisa 30 derajat lebih, sore sudah hujan deras, malamnya dingin sekali. Ini sangat memengaruhi daya tahan tubuh masyarakat,” jelasnya, saat ditemui langsung di ruang kerjanya, Selasa (21/10/2025).
Ia memaparkan, hasil pantauannya selama setahun terakhir menunjukkan adanya lonjakan cukup tinggi kasus ISPA, terutama di layanan kesehatan primer seperti puskesmas dan klinik swasta.
“Kalau di rumah sakit mungkin belum terlalu signifikan, tapi di praktik swasta peningkatannya terasa sekali,” ujarnya.
Berdasarkan catatan yang diperoleh, dalam bulan ini terdapat 160 pasien rawat inap, di mana 45 di antaranya mengalami gejala batuk, pilek, dan sesak napas akibat perubahan cuaca ekstrem.
Menurut dokter tersebut, kelompok yang paling berisiko terhadap serangan ISPA adalah penderita penyakit jantung, lansia, dan anak-anak. Ia menegaskan pentingnya langkah pencegahan sejak dini agar tidak jatuh sakit di tengah kondisi cuaca yang sulit diprediksi.
“Kalau tidak terlalu perlu, sebaiknya hindari dulu aktivitas di luar rumah. Pastikan asupan gizi seimbang, perbanyak konsumsi sayur, buah, dan vitamin untuk memperkuat daya tahan tubuh,” sarannya.
Selain menjaga pola makan, masyarakat juga diminta memperhatikan kualitas tidur, mengelola stres, dan rutin berolahraga minimal 30 menit setiap hari.
“Begadang dan stres berlebihan bisa menurunkan imunitas. Akibatnya, tubuh mudah terserang batuk atau pilek,” ucapnya.
Ia juga menekankan bahwa perubahan iklim ini bukan hanya fenomena sementara, melainkan tanda nyata dampak pemanasan global yang kini dirasakan langsung di Bali.
“Kita harus beradaptasi dengan cuaca ekstrem ini. Kalau tidak, penyakit musiman seperti ISPA akan terus meningkat setiap tahun,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang