Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kasus ISPA di Badung Meningkat Akibat Cuaca Ekstrem

Rabu, 22 Oktober 2025, 09:23 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Kasus ISPA di Badung Meningkat Akibat Cuaca Ekstrem.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Perubahan cuaca ekstrem kini mulai berdampak nyata pada kesehatan masyarakat di Kabupaten Badung, Bali.

Panas terik di siang hari yang tiba-tiba berubah menjadi hujan disertai udara dingin menjadi pemicu meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di berbagai wilayah.

Direktur RSUD Mangusada, I Wayan Darta mengungkapkan bahwa lonjakan pasien dengan gejala batuk, pilek, dan demam kini meningkat signifikan dalam beberapa minggu terakhir.

“Kondisi iklim saat ini benar-benar ekstrem. Siang bisa 30 derajat lebih, sore sudah hujan deras, malamnya dingin sekali. Ini sangat memengaruhi daya tahan tubuh masyarakat,” jelasnya, saat ditemui langsung di ruang kerjanya, Selasa (21/10/2025).

Ia memaparkan, hasil pantauannya selama setahun terakhir menunjukkan adanya lonjakan cukup tinggi kasus ISPA, terutama di layanan kesehatan primer seperti puskesmas dan klinik swasta.

“Kalau di rumah sakit mungkin belum terlalu signifikan, tapi di praktik swasta peningkatannya terasa sekali,” ujarnya.

Berdasarkan catatan yang diperoleh, dalam bulan ini terdapat 160 pasien rawat inap, di mana 45 di antaranya mengalami gejala batuk, pilek, dan sesak napas akibat perubahan cuaca ekstrem.

Menurut dokter tersebut, kelompok yang paling berisiko terhadap serangan ISPA adalah penderita penyakit jantung, lansia, dan anak-anak. Ia menegaskan pentingnya langkah pencegahan sejak dini agar tidak jatuh sakit di tengah kondisi cuaca yang sulit diprediksi.

“Kalau tidak terlalu perlu, sebaiknya hindari dulu aktivitas di luar rumah. Pastikan asupan gizi seimbang, perbanyak konsumsi sayur, buah, dan vitamin untuk memperkuat daya tahan tubuh,” sarannya.

Selain menjaga pola makan, masyarakat juga diminta memperhatikan kualitas tidur, mengelola stres, dan rutin berolahraga minimal 30 menit setiap hari.

“Begadang dan stres berlebihan bisa menurunkan imunitas. Akibatnya, tubuh mudah terserang batuk atau pilek,” ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa perubahan iklim ini bukan hanya fenomena sementara, melainkan tanda nyata dampak pemanasan global yang kini dirasakan langsung di Bali.

“Kita harus beradaptasi dengan cuaca ekstrem ini. Kalau tidak, penyakit musiman seperti ISPA akan terus meningkat setiap tahun,” tutupnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/aga



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami