Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
The Journey of Hope: Tawa dan Harapan Anak Penderita Kanker di Bali
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Tawa dan senyum tulus mewarnai hari istimewa di Marine Safari Bali, Selasa (28/10/2025). Sebanyak 14 anak pejuang kanker dari berbagai wilayah di Denpasar menikmati momen bahagia dalam kegiatan “The Journey of Hope Edu-Fun Pejuang Hebat”, hasil kolaborasi Taman Safari Indonesia dengan Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI).
Direktur Utama Taman Safari Indonesia, Aswin Sumampau, mengatakan kegiatan ini menjadi bentuk dukungan moral bagi anak-anak yang tengah berjuang melawan penyakit.
"Melalui kegiatan eduwisata yang menyenangkan, kami ingin mereka merasakan kegembiraan, kebersamaan, dan pengalaman berinteraksi dengan satwa di Marine Safari Bali,” ujarnya.
Aswin menegaskan, taman safari tidak hanya berfokus pada konservasi hewan, namun juga memiliki tanggung jawab sosial untuk menebar kebahagiaan bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus.
“Selain anak datang untuk berlibur, kami juga melihat anak-anak di YKAI yang berjuang melawan kanker. Mereka pun berhak merasakan kebahagiaan dan semangat baru,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak tampak ceria menikmati berbagai atraksi satwa laut dan darat. Mereka menyaksikan keindahan terumbu karang, akuarium raksasa, hingga atraksi lumba-lumba, anjing laut, dan pinguin humboldt. Tak hanya itu, mereka juga belajar mengenal satwa darat seperti capybara, burung perkici, dan jalak Bali yang kini terancam punah.
Senyum dan tawa menghiasi wajah mereka, meski sebagian baru selesai menjalani kemoterapi atau radiasi. Namun semangat mereka tetap membara.
Perwakilan Yayasan Kanker Anak Indonesia Bali, Hana Elisa Manday, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk healing sejati.
“Mereka hari ini punya kesempatan merasakan satu hari seperti anak sehat lainnya. Mereka belajar, tertawa, dan melupakan rasa sakitnya. Ada yang baru habis kemo, ada yang baru selesai radiasi, tapi tetap tersenyum,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa proses penyembuhan anak dengan kanker tidak hanya bergantung pada obat-obatan, tetapi juga pada dukungan emosional dan suasana hati yang bahagia.
“Seperti yang dikatakan Pak Aswin, hati yang gembira adalah obat paling mujarab. Dan hari ini, kita melihat sendiri kebahagiaan itu,” tambahnya.
Hari itu menjadi lebih dari sekadar kunjungan wisata — sebuah pengingat bahwa harapan selalu ada, bahkan di tengah perjuangan yang panjang.
Dari tawa kecil, pelukan hangat, dan pandangan mata yang penuh semangat, terpancar pesan mendalam: anak-anak ini boleh sakit, tapi mereka tetap hebat, kuat, dan layak bahagia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5858 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2576 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2214 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan