Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 17 Juni 2026
Badung Pinjam Rp2,8 Triliun ke PT SMI untuk Atasi Kemacetan di Kuta Selatan-Utara
BERITABALI.COM, BADUNG.
Upaya percepatan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Badung memasuki babak baru. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti resmi menandatangani Perjanjian Pinjaman Daerah bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Persero, Kamis (30/10), di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung.
Pinjaman sebesar Rp2,8 triliun ini menjadi skema pembiayaan besar yang disiapkan Badung untuk mengurai kemacetan kronis di kawasan pariwisata, khususnya Kuta Selatan dan Kuta Utara.
Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa langkah cepat perlu diambil karena kemacetan di wilayah-wilayah tersebut sudah mengganggu mobilitas masyarakat dan wisatawan.
“Kami di Badung menghadapi tantangan yang cukup besar terkait kemacetan. Kalau tidak segera diatasi, kami takut tidak mampu mengejar, terutama harga tanah di kawasan pariwisata selatan yang terus naik. Karena itu kami putuskan mengambil skenario pinjaman sebesar Rp2,8 triliun dengan bunga 5,7%,” jelasnya.
Adi Arnawa juga memaparkan bahwa anggaran tahun 2025 telah memasuki tahap pembebasan lahan, dan awal 2026 proyek memasuki fase konstruksi. Dana pinjaman cair bertahap, sementara kewajiban pembayaran dimulai enam bulan setelah penandatanganan.
Menurutnya, PT SMI dipilih sebagai kreditur setelah melalui berbagai pertimbangan, terutama suku bunga.
“Saya melihat suku bunga ini sangat menentukan kewajiban kita. PT SMI menjadi pilihan yang paling memungkinkan untuk kita nego. Awalnya kami sempat ke PT BPD, tetapi mereka tidak bisa sendiri. Kebetulan sekarang daerah diberi ruang meminjam dana ke pusat,” ungkapnya.
Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi langkah Pemkab Badung yang mempercepat pembangunan infrastruktur jalan demi mengimbangi pesatnya perkembangan pariwisata.
“Perkembangan pariwisata di Badung membawa masalah seperti macet, sampah, dan air bersih. Jika tidak dipercepat, harga tanah akan semakin meningkat dan dampaknya besar ke depan. Makin cepat dibangun makin bagus,” ujarnya.
Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah menyebut skema pinjaman ini sebagai kolaborasi strategis untuk mempercepat pembangunan infrastruktur vital.
“Dana Rp2,83 triliun ini akan mendukung penanganan jalan di 8 trase serta pembangunan konstruksi di 9 trase. Ini akan memperkuat konektivitas kawasan pariwisata utama di Bali, termasuk Simpang Semer, Kerobokan, akses GWK, dan Uluwatu,” terangnya.
Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu Askolani menegaskan dukungan penuh pemerintah pusat terhadap inisiatif Pemkab Badung dalam memperkuat infrastruktur dan pariwisata lokal.
“Dengan inisiatif ini, tentu akan menghasilkan pendapatan lebih, pariwisata lebih kuat, pertumbuhan ekonomi meningkat, dan penyerapan tenaga kerja juga bertambah. Kami sangat mendukung penuh,” katanya.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat pusat, pejabat daerah, serta jajaran PT SMI.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Badung
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun