Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 11 Juni 2026
Gerindra Denpasar Tegas Tolak Rencana Bergabungnya Ketum Projo Budi Arie
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerakan Indonesia Raya (DPC Gerindra) Kota Denpasar menyatakan sikap tegas menolak rencana bergabungnya Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, ke Partai Gerindra.
Penegasan tersebut disampaikan Ketua DPC Gerindra Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra, S.H., M.Kn. atau Gus Yoga, pada Jumat (7/11/2025).
Gus Yoga menegaskan bahwa meski Gerindra adalah partai yang terbuka bagi siapa pun, keterbukaan tersebut harus berlandaskan ketulusan dan integritas. Ia menilai Gerindra harus dijaga sebagai tempat perjuangan, bukan sekadar rumah singgah politik.
“Gerindra memang partai politik terbuka, namun dengan catatan harus berdasarkan niat tulus dan integritas. Gerindra adalah partai kader yang lahir dari pengorbanan. Pengkaderannya berjalan berjenjang, sistematis, dan berlandaskan ideologi perjuangan. Bukan sesuatu yang muncul tiba-tiba karena kepentingan,” ujar Gus Yoga.
Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar itu menekankan bahwa menjaga marwah partai berarti menjaga integritas serta arah perjuangan para pendiri Gerindra. Menurutnya, partai ini dibangun dengan kesetiaan dan pengorbanan, bukan dengan peluang instan atau tawaran kekuasaan.
Gus Yoga menambahkan bahwa para kader Gerindra selalu mengedepankan semangat perjuangan, bukan sekadar mengejar kekuasaan.
“Ini membuktikan bahwa Partai Gerindra berdiri di atas keikhlasan perjuangan, bukan oportunisme sehingga kami dengan tegas menolak rencana bergabungnya Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi ke Partai Gerindra,” tegasnya.
Ia mengibaratkan proses perjuangan dalam partai seperti menaiki anak tangga: membutuhkan waktu, komitmen, dan kesetiaan. Karena itu, menurutnya, kemunculan figur yang hanya hadir saat partai berada di posisi kuat tidak sesuai dengan nilai yang dijunjung Gerindra.
“Partai Gerindra merupakan rumah perjuangan bagi mereka yang tetap berdiri tegak, bahkan saat badai datang. Partai Gerindra harus dijaga sebagai rumah perjuangan, bukan rumah singgah politik,” ujarnya.
Baca juga:
Dikpol Gerindra Denpasar, Gus Yoga Tekankan Partai Inklusif, De Gadjah Ingatkan Loyalitas
Gus Yoga pun menyarankan agar Budi Arie tetap berada di Projo. “Gerindra itu partai kader di mana kesetiaan menjadi tolok ukur. Jadi Bapak Budi Arie Setiadi sebaiknya tetap di Projo saja,” tutupnya.
Sementara itu, Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal, dalam keterangan tertulis di Jakarta pada Rabu (5/11/2025), menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak akan mudah terkecoh oleh manuver politik Projo atau Budi Arie. Ia juga menyoroti langkah Budi Arie mengubah logo Projo agar tidak lagi menggunakan siluet wajah Presiden Jokowi, yang dinilai sebagai strategi untuk lebih mudah diterima masuk ke lingkaran politik Prabowo Subianto.
Editor: Redaksi
Reporter: Gerindra Bali
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli