Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Peresmian Monumen Puputan Badung Dijadwalkan Saat Sugihan Bali

Senin, 10 November 2025, 10:34 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Peresmian Monumen Puputan Badung Dijadwalkan Saat Sugihan Bali.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Peresmian Monumen Perjuangan Puputan Badung di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung dipastikan tidak dilakukan bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November. 

Patung pahlawan yang berdiri megah di pusat Kota Denpasar itu dijadwalkan diresmikan pada Jumat, 14 November 2025, bertepatan dengan upacara Sugihan Bali.

Peresmian akan dilakukan langsung oleh Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, sekaligus menandai dibukanya akses publik untuk menikmati karya monumental bernilai sejarah tersebut.

Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Pertamanan DLHK Kota Denpasar, Ida Ayu Widhiyanasari, menyebut keputusan memilih hari Sugihan Bali telah melalui pertimbangan mendalam.

“Secara dewasa ayu, waktu yang baik untuk melaksanakan upacara peresmian, ini adalah bertepatan dengan Sugihan Bali. Bila melewati Hari Raya Galungan kurang baik secara niskala, apalagi dilokasi ini juga terdapat Pelinggih Indra Blaka,” ujarnya.

Saat ini persiapan upacara melaspas tengah dilakukan. Meski proyek sudah rampung, rekanan masih diminta melakukan pembersihan dan perbaikan kecil.

 

"Kini sudah rampung dan masih masa pemeliharaan proyek. Berlangsung selama enam bulan sesuai dengan ketentuan pekerjaan bangunan permanen. Penyerahan fisik, sudah dilakukan Sabtu (8/11) kemarin,” ungkapnya.

Beberapa bagian yang masih kurang, seperti rambu dan penunjuk arah pengunjung, akan segera dipasang oleh Pemerintah Kota Denpasar.

Widhiyanasari menegaskan bahwa peresmian ini tidak hanya membuka akses publik, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap warisan seni dan sejarah.

“Kami ingin pelan-pelan mendidik masyarakat agar bisa menikmati keindahan karya seni dan sejarah tanpa merusaknya. Ini bagian dari edukasi berkelanjutan untuk menjaga apa yang telah dibangun bersama,” ujarnya.

Selain menjadi simbol perjuangan rakyat Bali, monumen ini diharapkan dapat menjadi ruang edukatif dan estetis bagi pelajar, seniman, serta seluruh masyarakat Kota Denpasar.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/maw



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami