Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Target Pajak Galian C Karangasem Terancam Meleset, Dewan Curigai Kongkalikong di Portal
beritabali/ist/Target Pajak Galian C Karangasem Terancam Meleset, Dewan Curigai Kongkalikong di Portal.
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Target pendapatan dari sektor pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) tahun 2025 dipastikan sulit tercapai. Hingga menjelang akhir tahun, realisasi penerimaan pajak baru mencapai sekitar 69 persen dari target sebesar Rp104 miliar.
Kondisi ini membuat Komisi III DPRD Karangasem angkat suara. Padahal, secara asumsi jumlah truk pengangkut material terus bertambah dari tahun ke tahun. Namun, peningkatan aktivitas tersebut tidak berbanding lurus dengan capaian pendapatan pajak daerah dari sektor MBLB.
“Kami melaksanakan rapat evaluasi terkait PAD, karena sudah memasuki triwulan IV sedangkan pajak MBLB masih belum tercapai sekitar Rp32 miliar. Tadi rekan-rekan banyak menyoroti adanya kebocoran, karena disinyalir memang masih banyak terjadi kebocoran,” jelas Ketua Komisi III DPRD Karangasem, I Wayan Sunarta, usai rapat, Selasa (11/11/2025).
Sunarta menegaskan, dengan tren kenaikan harga pasir sejak awal tahun, seharusnya pendapatan daerah meningkat signifikan. Karena itu, pihaknya menilai ada potensi kebocoran di lapangan yang harus segera dibenahi.
“Kalau dilihat dari tahun ke tahun, kami mensinyalir kebocoran terjadi di portal. Karena punya izin atau tidak, seharusnya tetap bayar pajak. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, pajak tetap dibayar walau tanpa izin, asalkan material keluar dari portal dan disertai faktur. Ini yang jadi kuncinya. Solusi kami, gunakan sistem E-Portal agar lebih transparan,” tegasnya.
Ia juga menyebut sistem manual yang masih diterapkan saat ini sangat rentan praktik penyimpangan.
“Kami mencurigai ada kongkalikong di portal. Dari pengalaman pengawasan sebelumnya, kami sudah cukup mentoleransi kebocoran, tapi jangan sampai sebanyak ini. Kami mendorong agar ke depan diterapkan sistem tolgate, sehingga tidak ada lagi transaksi tunai,” tandas Sunarta.
Sementara itu, Kepala BPKAD Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah, mengakui target pajak MBLB kemungkinan besar tidak tercapai. Dari target Rp104 miliar, realisasi baru mencapai Rp72,3 miliar atau 69,52 persen. Masih ada selisih sekitar Rp31,9 miliar yang belum tergarap.
“Ya, target sektor MBLB kemungkinan tidak tercapai. Realisasi baru Rp72,3 miliar, sedangkan untuk mencapai Rp104 miliar masih jauh. Rata-rata pendapatan per bulan sekitar Rp7 sampai Rp8 miliar,” ungkap Siki Ngurah.
Ia menyebut beberapa penyebab rendahnya capaian pendapatan, salah satunya banyak pengusaha galian yang belum mengantongi izin usaha pertambangan operasi produksi (IUP-OP), sehingga aktivitas pengambilan material tidak berjalan optimal.
“Selain itu, memang masih terjadi kebocoran. Saat saya turun ke lapangan, ada truk yang membawa material tanpa faktur. Kami sudah arahkan agar segera mengurus faktur,” tambahnya.
Siki Ngurah menegaskan kondisi ini akan menjadi bahan evaluasi besar untuk tahun berikutnya. “Sistem pemungutan dengan tolgate akan menjadi solusi utama mengatasi kebocoran pajak ke depan,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3810 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1756 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang