Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Lansia di Karangasem Ditemukan Meninggal di Dasar Jurang Usai Tujuh Hari Pencarian
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Perjuangan panjang tim SAR Karangasem akhirnya membuahkan hasil setelah tujuh hari melakukan pencarian terhadap Ni Wayan Retu (75), lansia asal Banjar Dinas Karangsari, Desa Datah, Kecamatan Abang, Karangasem.
Keberadaan lansia yang dilaporkan hilang saat menggembala sapi di tegalan Banjar Dinas Panglega tersebut akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar jurang sedalam 30 meter.
“Pagi tadi sempat turun hujan deras, pencarian sempat kami hentikan demi keselamatan personel. Begitu cuaca mulai membaik, kami lanjutkan pencarian dengan menuruni jurang yang menjadi titik fokus. Tak lama setelah itu, target akhirnya ditemukan di dasar jurang dalam kondisi meninggal dunia,” kata Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Karangasem, I Gusti Ngurah Eka Wiadnyana dikonfirmasi wartawan, Rabu (12/11/2025).
Hari ini mengungkapkan hari ketujuh pencarian, itu artinya sesuai dengan SOP, operasi pencarian akan dihentikan apabila belum membuahkan hasil. Namum tuhan akhirnya memberikan jalan, tim berhasil menemukan jenasah lansia tersebut.
Setelah ditemukan, jenazah target kemudian dievakuasi dengan hati-hati dari dasar jurang. Sesampainya di atas, jenazah langsung dibawa menuju RSUD Karangasem untuk penanganan lebih lanjut.
Diberitakan sebelumnya, korban diketahui pergi ke tegalan untuk menggembala dua ekor sapi. Namun, sapi yang digembalakan diduga lepas dan korban berusaha mengejarnya hingga akhirnya tersesat. Diduga karena faktor usia dan kondisi medan yang curam, korban kehilangan orientasi arah dan terjatuh ke jurang.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun