Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Optimisme Konsumen Bali Menguat, Didorong Upacara Adat dan Stabilitas Harga
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Optimisme konsumen di Bali pada Oktober 2025 menunjukkan penguatan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya, seiring meningkatnya aktivitas upacara adat yang kembali mendongkrak konsumsi masyarakat.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, mengatakan hasil Survei Konsumen periode Oktober 2025 mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada di angka 139,9, atau naik 6,5% (mtm), dan tetap bertahan pada level optimis.
Menurut dia, optimisme tersebut paling kuat datang dari kelompok usia 20–30 tahun (153,1), 41–50 tahun (143,6), serta 31–40 tahun (135,7). Pekerja sektor formal dan informal juga menunjukkan keyakinan yang solid, masing-masing dengan indeks 145,2 dan 135,0.
Peningkatan IKK ini turut didorong oleh kenaikan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dari 124,0 menjadi 131,5, serta Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) dari 138,8 menjadi 148,3. Kegiatan adat seperti pernikahan (Manusa Yadnya) dan upacara Purnama Kapat disebut menjadi salah satu pendorong utama konsumsi.
“Penyelenggaraan berbagai upacara adat dan meningkatnya kegiatan Piodalan di bulan Oktober turut mendorong belanja masyarakat,” ujar Erwin.
Ia menjelaskan, beberapa komponen turut memperkuat pertumbuhan optimisme masyarakat, mulai dari prakiraan kegiatan usaha enam bulan mendatang (158,5) hingga ketersediaan lapangan kerja yang dinilai lebih baik, baik dibandingkan enam bulan ke depan maupun enam bulan sebelumnya.
Meski begitu, Erwin mencatat masih terdapat catatan pada indeks kegiatan usaha saat ini dibandingkan enam bulan lalu yang stagnan di angka 100,0. Namun secara umum, IKE dan IEK masih berada di level optimis.
Di sisi lain, Bank Indonesia Bali bersama TPID provinsi dan kabupaten/kota terus memperkuat langkah pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Galungan. Upaya tersebut meliputi operasi pasar murah, pengawasan harga komoditas pangan, serta pengamanan jalur distribusi.
Erwin menekankan bahwa stabilitas harga sangat penting untuk menjaga konsumsi rumah tangga dan meningkatkan daya tarik investasi.
Baca juga:
Optimisme Konsumen akan Ekonomi Bali Menguat
“Dengan terjaganya tingkat inflasi, diharapkan dapat mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga, menarik minat investor, serta memperkuat aktivitas perekonomian daerah,” ujarnya.
Dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, Bank Indonesia pada 21–22 Oktober 2025 juga memutuskan mempertahankan BI-Rate di 4,75%, suku bunga Deposit Facility di 3,75%, dan Lending Facility di 5,50%.
Selain itu, pemerintah turut memperluas insentif pajak berupa PPh 21 yang ditanggung pemerintah (DTP) untuk pekerja di sektor pariwisata, hotel, restoran, dan kafe.
Erwin menyebut sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3734 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1675 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang