Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Tim IGA 2025 Tinjau Inovasi Bali, PWA hingga Desa Adat Ramah Lingkungan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tim penilai Innovative Government Award (IGA) 2025 melakukan validasi lapangan ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Bali pada Jumat (21/11).
Tim yang terdiri dari unsur akademisi, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), dan media nasional Kompas TV ini meninjau berbagai inovasi daerah sekaligus mencocokkan data dengan kondisi lapangan.
Baca juga:
Gubernur Koster Koordinasi ke Pusat, Usulkan PWA di Imigrasi dan Normalisasi Sungai Pascabanjir
Selain melakukan kunjungan ke OPD, tim penilai juga mendatangi Bandara I Gusti Ngurah Rai, Hotel Westin Nusa Dua, serta Desa Adat Cemenggaon, Celuk, Sukawati—salah satu nominator penerima penghargaan berkat keberhasilan pengelolaan sampah berbasis sumber.
Di Kantor Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali, tim penilai memantau langsung penerapan aplikasi We Love Bali, platform pembayaran Pungutan Wisatawan Asing (PWA) yang dikembangkan sepenuhnya oleh tim internal tanpa melibatkan vendor.
“Sistem ini mendukung pemungutan PWA baik di hotel maupun destinasi wisata melalui kode QR. Mobile checker dan banner digital juga sudah berjalan,” ujar Sekretaris Diskominfos Bali, Gusti Ngurah Kama Wijaya.
Aplikasi We Love Bali kini dapat diakses dari 162 negara. Dinas Pariwisata menyediakan layanan customer support untuk menjawab berbagai pertanyaan wisatawan mancanegara. Kepala Dinas Pariwisata Bali, I Nyoman Sumarajaya, menegaskan percepatan integrasi sistem sesuai arahan Gubernur Bali. “Kami terus berupaya mengurangi loss wisatawan yang belum membayar PWA,” ujarnya.
Hingga Oktober 2025, PWA telah menghasilkan lebih dari Rp320 miliar dengan target Rp380 miliar pada akhir tahun.
Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) menjadi inovasi penting yang turut mendapat perhatian khusus dari tim penilai IGA. Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa pendekatan ini menjadi kunci menuju Bali Bersih Sampah 2027.
Dalam rangka penilaian, tim IGA mengunjungi Desa Adat Cemenggaon untuk melihat penerapan Pola PESAN-PEDE (Pengelolaan Sampah Mandiri Pedesaan). Pola ini memadukan kearifan lokal dan filosofi Tri Hita Karana melalui Perarem yang mengatur pemilahan sampah dari rumah tangga.
Sejak 2020, setiap kepala keluarga di desa memiliki Teba Modern—lubang permanen dari buis berdiameter sekitar satu meter dan kedalaman tiga meter—untuk mengolah sampah organik rumah tangga dan sisa upacara adat. Sampah anorganik dikelola melalui Bank Sampah Sami Asri.
Baca juga:
Mahasiswa KKN-PMM Warmadewa Periode II Ciptakan Tempat Sampah Berbasis Sensor IoT di Desa Jagapati
Sebelum program berjalan, sekitar 1,2 ton sampah per hari dikirim ke TPA Temesi. Kini, residu yang dihasilkan hanya satu pick up per minggu. Pengelola PESAN-PEDE menganjurkan setiap rumah memiliki dua Teba Modern untuk memastikan proses penguraian berjalan optimal. Kompos dapat dipanen setelah satu tahun ketika telah berwarna kehitaman, tidak berbau, dan bertekstur tanah.
Tim penilai IGA menyebut praktik di Desa Adat Cemenggaon sebagai contoh konkret pengelolaan sampah berbasis sumber yang sederhana namun efektif.
Dalam sesi penilaian sebelumnya, Gubernur Koster menegaskan bahwa inovasi adalah kunci menjaga keberlanjutan pembangunan Bali yang sangat bergantung pada sektor pariwisata. Bali menyumbang 53 persen devisa pariwisata nasional dan memberikan kontribusi hingga 66 persen terhadap perekonomian daerah.
Dengan tantangan seperti sampah, kemacetan, hingga krisis air bersih, inovasi daerah dinilai penting untuk menjaga kualitas pariwisata sekaligus kelestarian lingkungan Pulau Dewata.
Hasil penilaian IGA 2025 akan menentukan daerah yang layak menerima penghargaan inovasi pemerintahan terbaik tahun ini.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3751 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1688 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang