Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Bupati Kembang Turun Arena, Ikut Menjoki Kerbau di Mekepung Lampit Jembrana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Tradisi unik Mekepung Lampit kembali menggema di Kabupaten Jembrana. Ajang pelestarian budaya khas Bumi Mekepung itu resmi dibuka Bupati Kembang pada Minggu (23/11/2025) di Subak Pecelengan Pedukuhan, Banjar Kebebeng, Desa Mendoyo Dangintukad, Kecamatan Mendoyo.
Pembukaan berlangsung meriah dengan kehadiran Wakil Bupati Jembrana, Ketua DPRD, Forkopimda, Sekda, para asisten, pimpinan OPD, perwakilan kecamatan, dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Kembang menegaskan bahwa Mekepung Lampit bukan sekadar kompetisi, namun simbol kebersamaan dan ruang masyarakat untuk merayakan budaya leluhur.
“Mekepung Lampit ini sudah diwariskan dari generasi ke generasi. Setiap pemimpin dan kita semua punya tanggung jawab menjaga tradisi ini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa upaya bersama dalam merawat tradisi dapat memastikan Mekepung tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Suasana pembukaan memuncak ketika Bupati Kembang bersama Wakil Bupati Ipat turun langsung ke arena berlumpur. Keduanya menaiki lampit dan ikut beradu kecepatan layaknya joki, disambut sorakan warga yang memenuhi tepian sawah.
“Seru sekali, melebihi ekspektasi. Kalau belum pernah jadi joki, belum tahu sensasinya. Sekali Mekepung Lampit, pasti ketagihan,” kata Bupati usai mencoba atraksi tersebut.
Aksi keduanya menjadi simbol kuat dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya lokal, sekaligus menyuntik semangat bagi para peserta.
Tahun ini, Lomba Mekepung Lampit diikuti 38 peserta dari berbagai sekaa di Jembrana. Sejak pagi, masyarakat telah memadati area perlombaan untuk menyaksikan tradisi khas sawah berlumpur yang selalu menjadi magnet setiap tahun.
Selain sebagai hiburan, Mekepung Lampit juga menjadi ruang mempererat silaturahmi antarpelaku subak serta wujud syukur atas hasil panen dan keberlanjutan sistem subak.
Pemerintah Kabupaten Jembrana menegaskan komitmennya menjaga tradisi Mekepung—baik Mekepung Darat maupun Mekepung Lampit—sebagai identitas budaya dan daya tarik wisata unggulan daerah.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Jembrana
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3810 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1756 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang