Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Pengembang Rumah Subsidi di Bali Desak Kenaikan Harga, Produksi Terancam Mandek 2026
beritabali/ist/Pengembang Rumah Subsidi di Bali Desak Kenaikan Harga, Produksi Terancam Mandek 2026.
BERITABALI.COM, TABANAN.
Kebutuhan rumah subsidi di Bali terus meningkat setiap tahun, namun para pengembang kini mulai kesulitan memenuhi permintaan.
Salah satu pengembang di Kabupaten Tabanan bahkan mengingatkan bahwa pembangunan rumah subsidi bisa terhenti mulai tahun depan jika pemerintah tidak segera menyesuaikan batas harga.
Permintaan tersebut disampaikan karena harga tanah di kawasan Sangulan dan wilayah perkotaan Tabanan kini telah mencapai Rp1 juta per meter. Sementara aturan pemerintah mengharuskan harga tanah untuk rumah subsidi berada pada kisaran Rp500–Rp600 ribu per meter, sehingga pengembang merasa terjepit secara ekonomi.
Pengembang Griya Multi Jadi Tabanan, I Gede Suardita, menyampaikan bahwa batas harga rumah subsidi Rp185 juta sudah tidak realistis dengan kondisi pasar saat ini.
"Harapan kami, pemerintah lewat Kementerian PUPR bisa menaikkan batas harga rumah subsidi jadi sekitar Rp200 jutaan. Kalau tetap Rp185 juta, tahun depan kami sudah tidak bisa membangun lagi. Sekarang saja kami jual sambil beramal kalau dipaksakan terus, malah bisa ," jelasnya.
Ia menegaskan, minat masyarakat terhadap rumah subsidi masih sangat tinggi, terutama di kawasan perkotaan. Namun tingginya harga tanah membuat proyek rumah subsidi nyaris tidak mungkin dilanjutkan tanpa penyesuaian harga.
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Sri Haryati, mengakui bahwa harga tanah di Tabanan meningkat signifikan dan aspirasi para pengembang telah diterima.
"Kajian bersama Tapera dan para pengembang untuk mencari solusi terbaik, terutama soal regulasi akan dilakukan, agar pengembang tetap mendapat profit dan warga bisa mencicil dengan lancar", jelasnya.
Kementerian memastikan akan mengkaji ulang regulasi terkait harga rumah subsidi, sekaligus mengundang pengembang untuk merumuskan solusi bersama agar kebutuhan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah tetap terpenuhi.
Dengan kondisi harga tanah yang terus naik, penyesuaian kebijakan menjadi krusial agar pembangunan rumah subsidi di Bali tidak berhenti dan masyarakat tetap memiliki akses hunian layak.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2752 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2026 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1962 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun