Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pengembang Rumah Subsidi di Bali Desak Kenaikan Harga, Produksi Terancam Mandek 2026

Selasa, 25 November 2025, 23:48 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Pengembang Rumah Subsidi di Bali Desak Kenaikan Harga, Produksi Terancam Mandek 2026.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Kebutuhan rumah subsidi di Bali terus meningkat setiap tahun, namun para pengembang kini mulai kesulitan memenuhi permintaan. 
Salah satu pengembang di Kabupaten Tabanan bahkan mengingatkan bahwa pembangunan rumah subsidi bisa terhenti mulai tahun depan jika pemerintah tidak segera menyesuaikan batas harga.

Permintaan tersebut disampaikan karena harga tanah di kawasan Sangulan dan wilayah perkotaan Tabanan kini telah mencapai Rp1 juta per meter. Sementara aturan pemerintah mengharuskan harga tanah untuk rumah subsidi berada pada kisaran Rp500–Rp600 ribu per meter, sehingga pengembang merasa terjepit secara ekonomi.

Pengembang Griya Multi Jadi Tabanan, I Gede Suardita, menyampaikan bahwa batas harga rumah subsidi Rp185 juta sudah tidak realistis dengan kondisi pasar saat ini.

"Harapan kami, pemerintah lewat Kementerian PUPR bisa menaikkan batas harga rumah subsidi jadi sekitar Rp200 jutaan. Kalau tetap Rp185 juta, tahun depan kami sudah tidak bisa membangun lagi. Sekarang saja kami jual sambil beramal  kalau dipaksakan terus, malah bisa ," jelasnya.

Ia menegaskan, minat masyarakat terhadap rumah subsidi masih sangat tinggi, terutama di kawasan perkotaan. Namun tingginya harga tanah membuat proyek rumah subsidi nyaris tidak mungkin dilanjutkan tanpa penyesuaian harga.

Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Sri Haryati, mengakui bahwa harga tanah di Tabanan meningkat signifikan dan aspirasi para pengembang telah diterima.

"Kajian bersama Tapera dan para pengembang untuk mencari solusi terbaik, terutama soal regulasi akan dilakukan, agar pengembang tetap mendapat profit dan warga bisa mencicil dengan lancar", jelasnya.

Kementerian memastikan akan mengkaji ulang regulasi terkait harga rumah subsidi, sekaligus mengundang pengembang untuk merumuskan solusi bersama agar kebutuhan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah tetap terpenuhi.

Dengan kondisi harga tanah yang terus naik, penyesuaian kebijakan menjadi krusial agar pembangunan rumah subsidi di Bali tidak berhenti dan masyarakat tetap memiliki akses hunian layak.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/aga



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami