Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
World Food Day Sibetan 2025 Pukau Delegasi Dunia
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Desa Sibetan di Kabupaten Karangasem kembali menjadi pusat perhatian dunia melalui gelaran World Food Day Field Day 2025.
Daerah penghasil salak yang telah lama dikenal ini menjadi tuan rumah pertemuan internasional yang mengangkat isu ketahanan pangan sekaligus memamerkan keindahan agroforestri, budaya, dan kreativitas masyarakat lokal.
Acara yang berlangsung pada Rabu (26/11) itu dihadiri delegasi duta besar serta perwakilan negara sahabat. Mereka mendapatkan pengalaman menyeluruh mulai dari peninjauan lapangan hingga pameran produk unggulan khas Karangasem.
Wakil Bupati Karangasem, Guru Pandu Prapanca Lagosa, dalam sambutannya menegaskan pentingnya momentum ini untuk memperkuat kemitraan global dan menampilkan keunggulan Sistem Agroforestri Salak Sibetan. Sistem pertanian ini telah mendapat pengakuan dunia melalui status GIAHS (Globally Important Agricultural Heritage Systems) dari FAO, menjadikannya salah satu model pertanian berkelanjutan yang diakui internasional.
Usai pembukaan, delegasi diajak menyusuri pameran produk pertanian, kerajinan, dan olahan UMKM. Wabup Guru Pandu tampak menyapa para perajin, sementara tamu asing memperhatikan detail kain tradisional, tenun, hasil olahan salak, hingga mencicipi wine salak dan minuman fermentasi lainnya. Suasana pameran berlangsung hangat dengan interaksi lintas budaya yang menarik.
Pameran ini tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga menunjukkan bagaimana agroforestri salak menjadi pendorong inovasi ekonomi masyarakat Sibetan. Delegasi internasional mengaku kagum pada keragaman produk lokal serta keramahan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Wabup Guru Pandu kembali menyoroti pentingnya keadilan harga bagi petani salak. Ia menegaskan bahwa pengakuan dunia melalui GIAHS harus benar-benar memberikan manfaat bagi petani.
“Petani adalah ujung tombak. Pengakuan GIAHS harus benar-benar memberi manfaat bagi mereka,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Karangasem berkomitmen memperkuat keberlanjutan GIAHS melalui peningkatan kapasitas petani, dukungan sarana prasarana, dan kerja sama multipihak untuk penguatan ekonomi lokal.
Baca juga:
Agroforestri Salak Sibetan Ditetapkan Sebagai Situs Sistem Warisan Pertanian Penting Global
“Bupati Gus Par dan saya berharap acara ini yang membawa kehadiran delegasi dari berbagai negara mampu membuka peluang kolaborasi baru dalam bidang pertanian, pariwisata, dan perdagangan,” tutup Wabup Guru Pandu.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Karangasem
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3746 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1681 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang