Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
World Food Day Sibetan 2025 Pukau Delegasi Dunia
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Desa Sibetan di Kabupaten Karangasem kembali menjadi pusat perhatian dunia melalui gelaran World Food Day Field Day 2025.
Daerah penghasil salak yang telah lama dikenal ini menjadi tuan rumah pertemuan internasional yang mengangkat isu ketahanan pangan sekaligus memamerkan keindahan agroforestri, budaya, dan kreativitas masyarakat lokal.
Acara yang berlangsung pada Rabu (26/11) itu dihadiri delegasi duta besar serta perwakilan negara sahabat. Mereka mendapatkan pengalaman menyeluruh mulai dari peninjauan lapangan hingga pameran produk unggulan khas Karangasem.
Wakil Bupati Karangasem, Guru Pandu Prapanca Lagosa, dalam sambutannya menegaskan pentingnya momentum ini untuk memperkuat kemitraan global dan menampilkan keunggulan Sistem Agroforestri Salak Sibetan. Sistem pertanian ini telah mendapat pengakuan dunia melalui status GIAHS (Globally Important Agricultural Heritage Systems) dari FAO, menjadikannya salah satu model pertanian berkelanjutan yang diakui internasional.
Usai pembukaan, delegasi diajak menyusuri pameran produk pertanian, kerajinan, dan olahan UMKM. Wabup Guru Pandu tampak menyapa para perajin, sementara tamu asing memperhatikan detail kain tradisional, tenun, hasil olahan salak, hingga mencicipi wine salak dan minuman fermentasi lainnya. Suasana pameran berlangsung hangat dengan interaksi lintas budaya yang menarik.
Pameran ini tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga menunjukkan bagaimana agroforestri salak menjadi pendorong inovasi ekonomi masyarakat Sibetan. Delegasi internasional mengaku kagum pada keragaman produk lokal serta keramahan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Wabup Guru Pandu kembali menyoroti pentingnya keadilan harga bagi petani salak. Ia menegaskan bahwa pengakuan dunia melalui GIAHS harus benar-benar memberikan manfaat bagi petani.
“Petani adalah ujung tombak. Pengakuan GIAHS harus benar-benar memberi manfaat bagi mereka,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Karangasem berkomitmen memperkuat keberlanjutan GIAHS melalui peningkatan kapasitas petani, dukungan sarana prasarana, dan kerja sama multipihak untuk penguatan ekonomi lokal.
Baca juga:
Agroforestri Salak Sibetan Ditetapkan Sebagai Situs Sistem Warisan Pertanian Penting Global
“Bupati Gus Par dan saya berharap acara ini yang membawa kehadiran delegasi dari berbagai negara mampu membuka peluang kolaborasi baru dalam bidang pertanian, pariwisata, dan perdagangan,” tutup Wabup Guru Pandu.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Karangasem
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5798 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2557 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2203 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan