Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Dua Bocah Karangasem Tersambar Petir di Bawah Pohon Mangga, Satu Tewas
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Suasana di Banjar Dinas Tanah Aron, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, Karangasem mendadak heboh pada Rabu, (3/12/2025) sore setelah dua bocah tersambar petir saat tengah bermain di bawah pohon mangga di halaman rumahnya.
Kejadian tragis itu berlangsung sekitar pukul 17.30 WITA. Waktu itu, hujan baru saja reda usai mengguyur wilayah Bhuanagiri dan sekitarnya. Langit masih terlihat mendung, dua sepupu, masing-masing I Kadek Devandra Saputra (8) dan I Kadek Agus Nanta Purnama (8) keluar untuk bermain di bawah pohon mangga yang ada di pekarangan rumahnya.
Tak lama berselang, terdengar suara petir keras menggelegar. Dari dalam rumah saudara korban melihat ke arah halaman dan betapa terkejut mendapati kedua bocah yang duduk di bangku kelas II SD itu sudah tergeletak tak sadarkan diri.
Dalam situasi panik, pihak keluarga langsung melarikan kedua korban menuju RS Bali Med Karangasem. Namun sayangnya, setibanya di rumah sakit, Devandra dinyatakan meninggal dunia akibat diduga kuat tersambar petir. Pemeriksaan luar tim medis menemukan luka bakar pada bagian punggungnya. Sementara sepupunya, Nanta, kembali sadar dalam perjalanan menuju rumah sakit dan telah dipulangkan setelah mendapatkan perawatan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, Ida Ketut Arimbawa mengatakan, usai menerima laporan terjadinya musibah tersambar petir tersebut pihaknya langsung ke lokasi kejadian. Dari lokasi kejadian memang dibenarkan kedua korban bermain di bawah pohon mangga.
"Huja saat itu baru reda, langit masih mendung, kedua korban bermain di bawah pohon mangga dan terjadilah sambaran petir. Memang di sekitar lokasi beberapa tahun silam juga terjadi hal serupa, bisa dikatakan wilayah sekitar TKP ini cukup rawan sambaran petir kemungkinan ada faktor medan magnet atau unsur logam di dalam tanah," kata Arimbawa.
BPBD Karangasem menyebut bahwa secara geografis, beberapa wilayah di Kabupaten Karangasem memang memiliki potensi sambaran petir lebih tinggi, terutama saat memasuki musim hujan. Kandungan logam di dalam tanah disebut dapat memicu daya hantar listrik lebih kuat sehingga meningkatkan risiko sambaran petir di area terbuka, terutama di bawah pohon.
Pihaknya menyampaikan turut berbelasungkawa atas kejadian tersebut serta mengimbau agar warga tetap tinggal di dalam rumah ketika hujan maupun dalam kondisi cuaca mendung yang berpotensi terjadinya petir mengingat di wilayah tersebut rawan terjadi sambaran petir.
Ia juga meminta pihak keluarga agar mengusulkan bantuan pasca bencana mengingat musibah tersebut juga dikarenakan faktor bencana alam.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang