Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Denpasar Tetapkan 1.000 Hektare Lahan Abadi

Kamis, 4 Desember 2025, 17:12 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Denpasar Tetapkan 1.000 Hektare Lahan Abadi.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Kenaikan harga tanah yang terus terjadi setiap tahun menjadi pemicu utama menyempitnya lahan pertanian di wilayah perkotaan, termasuk di Kota Denpasar. 

Alih fungsi lahan kini semakin sulit dibendung seiring tingginya tekanan ekonomi dan perkembangan kawasan perkotaan.

Data Dinas Pertanian Kota Denpasar mencatat, dalam empat tahun terakhir luas lahan pertanian mengalami penurunan signifikan. Pada 2021 tercatat masih 1.915 hektare, kemudian turun menjadi 1.871 hektare pada 2022, kembali menyusut menjadi 1.680 hektare pada 2023, dan pada 2024 tersisa 1.658 hektare.

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, Anak Agung Gde Bayu Brahmasta, mengungkapkan bahwa tantangan sektor pertanian di wilayah perkotaan semakin kompleks.

Penurunan minat generasi muda terhadap dunia pertanian menjadi salah satu faktor utama. Banyak lahan tidak lagi digarap dan akhirnya disewakan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih cepat.

"Adanya dampak perubahan iklim dan bencana serta tekanan ekonomi juga memberi pengaruh terhadap pertanian kian ditinggalkan. Termsuk harga lahan di Kota Denpasar terus mengalami kenaikan baik itu menyewakan atau dijual," beber Brahmasta, Rabu (03/12).

Ia juga memaparkan bahwa dari hasil produksi padi, pendapatan kotor petani saat ini berkisar Rp300.000 hingga Rp400.000 per are setiap empat bulan atau setara Rp600.000 hingga Rp800.000 per are per tahun dengan dua kali panen.

Jumlah tersebut dinilai masih kalah jauh jika dibandingkan dengan nilai sewa lahan nonpertanian yang bisa mencapai Rp1,5 juta hingga Rp3 juta per are per tahun, tergantung lokasi dan akses jalan.

"Tentu kalau melihat perbandingan tersebut sangat jauh terpaut," katanya.

Untuk menekan laju alih fungsi lahan, Pemerintah Kota Denpasar menyiapkan sejumlah strategi, salah satunya dengan meningkatkan pendapatan petani melalui penekanan biaya produksi serta mendorong diversifikasi usaha pertanian.

"Selain padi ada juga tanaman hortikultura yang diberikan bantuan dari pupuk sampai traktor, sehingga menurunkan biaya produksi,” katanya.

Selain bantuan sarana produksi, kebijakan pembebasan pajak bagi lahan pertanian juga telah dituangkan dalam peraturan daerah. Para petani turut mendapatkan jaminan BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan yang preminya ditanggung Pemkot Denpasar.

"Pemerintah juga menetapkan lahan abadi seluas 1.000 hektare yang fungsinya tidak bisa diganti tetap untuk pertanian," ungkapnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/maw



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami