Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Mendorong Transformasi Ekonomi Denpasar Menuju 2030

Membaca Tren, Tantangan, dan Strategi Pencapaian Target Pembangunan

Selasa, 9 Desember 2025, 11:22 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Mendorong Transformasi Ekonomi Denpasar Menuju 2030.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Kota Denpasar menunjukkan dinamika ekonomi dan sosial yang semakin solid sepanjang tahun 2025. Pertumbuhan triwulanan PDRB year on year yang stabil di kisaran 5,6–6,1 persen menandai pemulihan yang terus menguat pascapandemi. 

Namun, capaian penting lainnya tampak pada indikator kesejahteraan masyarakat. Tingkat kemiskinan berhasil turun dari 2,59 persen pada 2024 menjadi 2,16 persen pada 2025, sementara Gini Rasio berada pada level 0,3413, mencerminkan ketimpangan yang relatif terkendali meskipun perlu perhatian berkelanjutan.

Pembangunan manusia juga memperlihatkan hasil yang positif. IPM Denpasar meningkat dari 85,11 pada 2024 menjadi 85,63 pada 2025, memperkuat posisi kota ini sebagai salah satu daerah dengan kualitas SDM tertinggi di Indonesia. Di pasar tenaga kerja, perbaikan bahkan lebih nyata, TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) turun dari 2,11 persen menjadi 1,41 persen, menunjukkan meningkatnya penyerapan tenaga kerja, terutama dari sektor jasa, UMKM, dan industri kreatif.

Seluruh perkembangan ini menjadi landasan penting dalam upaya mencapai target pembangunan Bali 2026 dan 2030. Tahun 2026 menempatkan Denpasar pada target pertumbuhan 5,9–6,6 persen, kemiskinan 2,52–2,94 persen, Gini Rasio 0,340, IPM 85,69, dan TPT sekitar 1,49 persen. Melihat capaian 2025, Denpasar berada pada jalur yang tepat dan bahkan melampaui beberapa sasaran yang direncanakan untuk tahun berikutnya.

Namun tantangan semakin besar menjelang 2030, ketika Denpasar ditargetkan menjadi motor ekonomi Bali dengan pertumbuhan 8,75–9,00 persen, penurunan kemiskinan hingga 1,26–2,10 persen, Gini Rasio 0,330, IPM 86,31, dan TPT mendekati 0,94 persen. 
Target ambisius ini menunjukkan besarnya ekspektasi terhadap Denpasar sebagai pusat layanan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi kreatif.

Untuk menjembatani antara capaian saat ini dan target jangka panjang tersebut, analisis lebih dalam terhadap struktur ekonomi 2025 menjadi penting. Konsumsi rumah tangga, penopang utama ekonomi kota, tetap stabil di kisaran 5,4–5,6 persen, mencerminkan daya beli yang terpelihara. Investasi (PMTB) menunjukkan tren peningkatan sangat kuat, dari 4,86 persen pada triwulan I hingga menembus lebih dari 8 persen pada triwulan III 2025. Hal ini menandai kepercayaan investor terhadap prospek pertumbuhan Denpasar sebagai “kota layanan dan ekonomi kreatif.”

Meski demikian, konsumsi pemerintah masih menunjukkan pola fluktuatif. Awal tahun sempat tumbuh 10 persen tetapi kemudian terkoreksi menjadi –7 persen pada triwulan II dan kembali meningkat 7,10 persen pada triwulan III. Pola yang tidak merata ini berpotensi mengganggu stabilitas pertumbuhan jangka pendek sekaligus mempengaruhi sektor padat karya yang mengandalkan belanja pemerintah. Karena itu, perbaikan ritme realisasi anggaran melalui percepatan pengadaan, digitalisasi proses, dan disiplin penjadwalan menjadi sangat penting untuk mendukung pencapaian target TPT 0,94 persen pada 2030.

Pemerataan ekonomi menjadi agenda strategis berikutnya. Target Gini Rasio 0,330 membutuhkan penguatan kebijakan inklusif, mulai dari pengembangan UMKM, penataan pasar rakyat, perluasan akses pembiayaan murah, hingga peningkatan literasi keuangan masyarakat. Sektor ekonomi kreatif, yang menjadi identitas Denpasar, harus menjadi motor pemerataan pendapatan terutama bagi generasi muda dan pelaku ekonomi informal.

Sementara itu, agenda peningkatan kualitas manusia menjadi pilar utama transformasi menuju 2030. Dengan target IPM mencapai 86,31, pemerintah perlu memperkuat pendidikan vokasi, layanan kesehatan primer, dan program pengurangan beban pengeluaran rumah tangga. Selain itu, percepatan digitalisasi layanan publik dan pengembangan konsep kota cerdas akan meningkatkan efisiensi birokrasi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan esensial.

Dari sisi ketenagakerjaan, pertumbuhan ekonomi yang semakin kompleks membutuhkan tenaga kerja dengan keahlian yang adaptif. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, inkubator bisnis, dan pelaku industri menjadi penting dalam menciptakan ekosistem inovasi yang mampu menyerap tenaga kerja terampil, terutama di sektor teknologi informasi, keuangan, logistik, dan layanan profesional.

Seluruh agenda transformasi ini membutuhkan satu fondasi utama: pemanfaatan data berkualitas. Peran BPS Kota Denpasar menjadi sangat strategis, tidak hanya sebagai penyedia data, tetapi juga sebagai mitra analisis bagi pemerintah daerah. Melalui penguatan Forum Satu Data, kebijakan kota dapat dirumuskan secara presisi dan adaptif. Pendekatan evidence-based policy memastikan bahwa Denpasar tidak hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga memastikan kualitas dan dampak sosialnya.

Dengan fondasi sosial ekonomi 2025 yang semakin kokoh, Denpasar kini berada pada momentum penting. Dengan memperkuat investasi, menjaga stabilitas konsumsi, memperbaiki ritme belanja pemerintah, dan meningkatkan kualitas manusia, Denpasar memiliki peluang besar untuk menjadi kota yang tangguh dengan pertumbuhan inklusif, berkelanjutan dan berdaya saing tinggi. Target besar 2030 bukan hanya ambisi, tetapi juga peta jalan untuk membangun kota yang kompetitif, tangguh, dan menyejahterakan seluruh warganya.


Penulis

Dr. Andri Yudhi Supriadi
Kepala BPS Kota Denpasar (2023-2025)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/opn



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami