Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Bupati Adi Arnawa Hadiri Pujawali Pedudusan Alit di Pura Luhur Uluwatu
BERITABALI.COM, BADUNG.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Sekda IB. Surya Suamba dan sejumlah pimpinan perangkat daerah di Kabupaten Badung melaksanakan persembahyangan Pujawali Pedudusan Alit di Pura Luhur Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, Selasa (9/12).
Turut hadir dalam Pujawali tersebut di antaranya Ketua TP PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, jajaran perangkat daerah, Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta, Perbekel Pecatu I Made Karyana Yadnya, Penglingsir Puri Jro Kuta I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya, pengemong dari Desa Adat Pecatu, serta ratusan krama pemedek.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan kehadirannya bersama jajaran perangkat daerah bertujuan untuk memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Ida Bhatara yang melinggih di Pura Luhur Uluwatu agar diberikan anugerah keselamatan, kesejahteraan, serta kekuatan bagi seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Badung.
“Kami hadir bersama Sekda Badung dan seluruh perangkat daerah untuk memohon kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar memberikan kesejahteraan dan kekuatan kepada kita semua khususnya masyarakat Kabupaten Badung dan Bali pada umumnya, serta agar kita terhindar dari bencana alam yang sekarang ini banyak menimpa wilayah di Nusantara ini,” ujarnya.
Bupati juga berharap diberikan kekuatan untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di Kabupaten Badung. Selain itu, ia mendoakan agar pariwisata Bali semakin meningkat. Doa dan restu dari para leluhur serta Ida Bhatara menjadi kekuatan spiritual bagi jajaran pemerintah daerah dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Kami berharap diberikan kekuatan dan keselamatan sehingga mampu melaksanakan tugas pengabdian dengan baik demi kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Badung dan yang paling penting, bencana alam dijauhkan di bumi Nusantara ini,” harap Adi Arnawa.
Sementara itu, Penglingsir Puri Jro Kuta, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya alias Turah Joko didampingi Patengen Desa Adat Pecatu, Nyoman Sujendra, menjelaskan bahwa Pujawali di Pura Luhur Uluwatu digelar secara rutin setiap enam bulan sekali. Pada Pujawali kali ini, rangkaian upacara dikemas dalam bentuk Padudusan Alit, sementara Padudusan Agung direncanakan akan dilaksanakan pada Juli 2026.
Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Badung beserta jajaran perangkat daerah. Kehadiran pimpinan daerah dinilai sebagai wujud nyata sinergi antara pemerintah dengan lembaga adat dan pengempon pura dalam menjaga keberadaan Pura Sad Kahyangan Uluwatu sebagai pusat spiritual umat Hindu di Bali.
Ia juga menjelaskan bahwa pujawali yang digelar pada Rahina Anggara Kasih Medangsia dimulai lebih awal dari biasanya. Prosesi pratima Ida Bhatara memargi bergeser dari pukul 09.00 WITA menjadi 08.00 WITA. Selain itu, prosesi mesuci ke Pura Beji untuk pertama kalinya dilakukan di Pura Beji yang baru setelah menjalani upacara Melaspas enam bulan lalu.
“Pura Beji ini berada di sebelah barat Pura Beji sebelumnya yang berada di Pura Swagina milik masyarakat. Upacara mesuci kali ini merupakan yang pertama dilaksanakan di Pura Beji yang baru, setelah sebelumnya melakukan prosesi melaspas enam bulan lalu. Ini dilakukan karena Pura Beji yang baru ada di sebelah barat dari pada Pura Beji yang sudah ada atau lama,” ujarnya.
Selanjutnya, Ida Bhatara menuju Pura Luhur Uluwatu sekitar pukul 11.00 WITA untuk melanjutkan rangkaian upacara pujawali. Upacara juga dirangkaikan dengan prosesi Mulang Pekelem yang dilaksanakan langsung ke tengahing segara melalui akses Seawall yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Badung.
Turah Joko menambahkan bahwa pihaknya bersama Desa Adat Pecatu kembali memberlakukan sistem kartu bagi umat untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan selama berlangsungnya Pujawali.
“Antusias umat pasti, mulai hari ini Pujawali dilaksanakan hingga nyineb tanggal 12 Desember. Apa yang sudah kami lakukan bersama dengan Desa Adat Pecatu tetap mengutamakan ketertiban umat. Untuk itu kiranya para umat mengatur waktu sehingga tidak terjadi berdesak-desakan di Pura Luhur Uluwatu. Kami tetap memakai sistem kartu sehingga ketertiban dan kenyaman umat bisa terus dijaga,” terangnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Badung
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3823 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1767 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang