Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Anak Muda Bali Diajak Perkuat Kesadaran Konsumsi Pangan Berkelanjutan Lewat Project ACT

Senin, 15 Desember 2025, 15:37 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Anak Muda Bali Diajak Perkuat Kesadaran Konsumsi Pangan Berkelanjutan Lewat Project ACT.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Gaya hidup anak muda dalam mengonsumsi kopi, teh, cokelat, serta produk berbahan kelapa sawit dinilai memiliki peran penting dalam menentukan keberlanjutan lingkungan. Kesadaran ini terus didorong seiring meningkatnya dampak konsumsi terhadap alam dan kehidupan sosial.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Narasi dan ACT! Project Go to Campus” yang digelar di Fakultas Pariwisata Universitas Udayana, Bali, Kamis (11/12/2025). Kegiatan ini merupakan kolaborasi ACT! Project bersama Narasi Academy untuk memperkuat pemahaman generasi muda tentang konsumsi berkelanjutan.

Topik konsumsi berfokus pada komoditas teh, kopi, cokelat, dan kelapa sawit. ACT! Project sendiri merupakan konsorsium organisasi yang bergerak dalam isu keberlanjutan komoditas, dengan dukungan Uni Eropa melalui program SWITCH-Asia.

Inisiatif ini menekankan pentingnya kesadaran konsumen terhadap dampak lingkungan dan sosial dari pilihan konsumsi, mulai dari proses produksi di hulu hingga rantai distribusi. Melalui keputusan konsumsi yang lebih sadar, perubahan positif diyakini dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari.

Acara dibuka dengan gim interaktif dan dilanjutkan workshop bertajuk “Good Taste, Good Impact: Pilihan Konsumsi untuk Keberlanjutan Lingkungan”. Workshop ini menghadirkan praktisi pemasaran dan pelaku industri berkelanjutan.

“Sustainability is not a trend, melainkan cara kita hidup untuk bertahan hingga generasi-generasi yang akan datang. Bagi Boemi Botanicals, sertifikasi adalah mekanisme yang efektif untuk menunjukkan kepada konsumen mengenai komitmen kami menggunakan bahan-bahan yang diproduksi secara bertanggung jawab dan dari sumber yang lestari,” jelas Ribka Anastasia.

Pandangan serupa disampaikan R.H. Pranata Koesmadiredja yang menekankan praktik produksi berkelanjutan dari hulu ke hilir. “Dalam proses yang disebut ‘bean to bar’, Krakakoa melatih petani untuk menerapkan sustainable agroforestry dan menerapkan perdagangan yang adil atau fair trade dimana Krakakoa membeli biji kakao dari petani dengan harga lebih tinggi dari pasar. Hal ini selaras dengan salah satu misi Krakakoa, yaitu melawan kemiskinan,” jelas Pranata.

Sesi berikutnya diisi dengan talk show bertema “Konsumsi Kita, Tanggung Jawab Siapa?” yang menghadirkan kreator konten sekaligus influencer Jovial Da Lopez bersama perwakilan organisasi lingkungan.

Margareth Meutia menegaskan, “Melalui ACT! Project, kami mendorong konsumen untuk lebih kritis dalam mengkonsumsi berbagai produk. Ada banyak kriteria dalam sertifikasi yang bisa dikenali untuk mengetahui suatu produk dihasilkan dengan benar atau tidak. Mengingat jumlah populasi atau konsumen yang terus bertambah, maka gaya konsumsi kita akan sangat berdampak bagi lingkungan dan kehidupan sosial kita.”

Sementara itu, Jovial menyoroti keterkaitan langsung antara pola konsumsi dan bencana lingkungan. “Bencana ini menjadi momen yang tepat bagi kita semua untuk menyadari dampak dari pilihan dan gaya konsumsi kita,” dia mengatakan.

Ia juga menekankan pentingnya tanggung jawab individu dalam menghadapi kemudahan akses produk. “Akses terhadap produk-produk yang sangat mudah menyebabkan over consumption, maka hal terpenting yang perlu kita bangun saat ini adalah rasa peduli dan tanggung jawab dalam diri kita, khususnya dalam hal konsumsi berbagai produk. Apa yang kita konsumsi, darimana asal produk yang kita konsumsi, dan bagaimana produk itu dihasilkan, adalah hal-hal yang harus kita pertanyakan sebelum mengkonsumsi produk apapun.”

Kegiatan “Narasi dan ACT! Project Go to Campus” di Bali ini merupakan campus activation kedua yang dihadiri lebih dari 150 peserta. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Yogyakarta, dan menjadi bagian dari rangkaian kolaborasi yang telah berlangsung sejak September 2025.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rls



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami