Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Penjualan Mainan di Bali Naik, Pedagang Panen Omzet Saat Galungan

Kamis, 18 Desember 2025, 21:17 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok beritabali/Penjualan Mainan di Bali Naik, Pedagang Panen Omzet Saat Galungan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Penjualan eceran di Provinsi Bali pada November 2025 diprakirakan meningkat, tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali yang mencapai 121,7 atau tumbuh 3,8 persen secara tahunan (yoy). Angka tersebut menunjukkan konsumsi masyarakat masih berada pada level optimis (>100).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/12/2025) menyatakan secara bulanan, IPR Bali meningkat 1,1 persen (mtm). Kenaikan ini dipicu meningkatnya penjualan kategori Barang Budaya dan Rekreasi, khususnya mainan anak-anak. Banyak pedagang mainan eceran memanfaatkan momentum Hari Raya Galungan dan Kuningan dengan berjualan di sekitar pura.

"Para pedagang grosir juga merasakan kenaikan permintaan. Pertumbuhan bulanan indeks penjualan kategori Barang Budaya dan Rekreasi mencapai 2,9 persen, tertinggi dibanding kategori lainnya," sebutnya.

Optimisme penjualan sejalan dengan inflasi tahunan Provinsi Bali yang tercatat sebesar 2,51 persen atau masih dalam target sasaran inflasi tahun 2025 sebesar 2,5±1 persen.

Survei Penjualan Eceran (SPE) oleh Bank Indonesia melibatkan 100 pengecer di Kota Denpasar dan sekitarnya. Survei ini memberikan informasi dini terkait arah pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi masyarakat.

Selain kategori Barang Budaya dan Rekreasi, pertumbuhan penjualan ritel disumbang oleh lima sub sektor pembentuk IPR, antara lain Bahan Bakar Kendaraan Bermotor meningkat 2,6 persen (mtm); Makanan, Minuman dan Tembakau sebesar 2,3 persen; Sandang sebesar 1,0 persen; Barang Lainnya sebesar 0,6 persen; serta Peralatan Informasi dan Komunikasi sebesar 0,4 persen.

Kinerja positif IPR menggambarkan konsumsi masyarakat Bali tetap terjaga dan berpotensi terus tumbuh. Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Januari 2026 diperkirakan mencapai 190 dan April 2026 sebesar 186. Keduanya menunjukkan optimisme pelaku usaha dalam 3–6 bulan ke depan.

Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus menjaga stabilitas harga. Operasi pasar murah dilakukan pada Hari Raya Galungan dan Kuningan serta menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025 untuk menekan inflasi komoditas pangan.

Sinergi TPID dan pemerintah daerah bertujuan menjaga daya beli masyarakat dan memastikan perekonomian Bali tetap tumbuh berkelanjutan, terutama pada sektor ritel yang kini kembali menggeliat melalui peningkatan permintaan mainan anak-anak menjelang hari raya keagamaan.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rls



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami