Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Penjualan Mainan di Bali Naik, Pedagang Panen Omzet Saat Galungan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Penjualan eceran di Provinsi Bali pada November 2025 diprakirakan meningkat, tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali yang mencapai 121,7 atau tumbuh 3,8 persen secara tahunan (yoy). Angka tersebut menunjukkan konsumsi masyarakat masih berada pada level optimis (>100).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/12/2025) menyatakan secara bulanan, IPR Bali meningkat 1,1 persen (mtm). Kenaikan ini dipicu meningkatnya penjualan kategori Barang Budaya dan Rekreasi, khususnya mainan anak-anak. Banyak pedagang mainan eceran memanfaatkan momentum Hari Raya Galungan dan Kuningan dengan berjualan di sekitar pura.
"Para pedagang grosir juga merasakan kenaikan permintaan. Pertumbuhan bulanan indeks penjualan kategori Barang Budaya dan Rekreasi mencapai 2,9 persen, tertinggi dibanding kategori lainnya," sebutnya.
Optimisme penjualan sejalan dengan inflasi tahunan Provinsi Bali yang tercatat sebesar 2,51 persen atau masih dalam target sasaran inflasi tahun 2025 sebesar 2,5±1 persen.
Survei Penjualan Eceran (SPE) oleh Bank Indonesia melibatkan 100 pengecer di Kota Denpasar dan sekitarnya. Survei ini memberikan informasi dini terkait arah pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi masyarakat.
Selain kategori Barang Budaya dan Rekreasi, pertumbuhan penjualan ritel disumbang oleh lima sub sektor pembentuk IPR, antara lain Bahan Bakar Kendaraan Bermotor meningkat 2,6 persen (mtm); Makanan, Minuman dan Tembakau sebesar 2,3 persen; Sandang sebesar 1,0 persen; Barang Lainnya sebesar 0,6 persen; serta Peralatan Informasi dan Komunikasi sebesar 0,4 persen.
Kinerja positif IPR menggambarkan konsumsi masyarakat Bali tetap terjaga dan berpotensi terus tumbuh. Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Januari 2026 diperkirakan mencapai 190 dan April 2026 sebesar 186. Keduanya menunjukkan optimisme pelaku usaha dalam 3–6 bulan ke depan.
Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus menjaga stabilitas harga. Operasi pasar murah dilakukan pada Hari Raya Galungan dan Kuningan serta menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025 untuk menekan inflasi komoditas pangan.
Sinergi TPID dan pemerintah daerah bertujuan menjaga daya beli masyarakat dan memastikan perekonomian Bali tetap tumbuh berkelanjutan, terutama pada sektor ritel yang kini kembali menggeliat melalui peningkatan permintaan mainan anak-anak menjelang hari raya keagamaan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3751 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1688 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang