Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Plasenta Letak Rendah, Ibu di Gianyar Andalkan JKN saat Melahirkan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Di tengah masa bahagia karena mengandung anak pertama, I Dewa Ayu Nuyani (31) harus merasakan was-was karena keadaan kehamilannya mengalami masalah. Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan Plasenta letak rendah, kondisi ini adalah ketika letak plasenta berada di bagian bawah rahim, sehingga berisiko menutupi jalan lahir dan menyebabkan pendarahan saat persalinan.
Kondisi tersebut membuat Nuyani harus melahirkan dengan cara operasi. Operasi yang ia jalani di salah satu rumah sakit di Kabupaten Gianyar ini dibantu oleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Nuyani terdaftar sebagai salah satu peserta JKN tanggungan dari Pemerintah Kabupaten Gianyar. Dengan hak kepesertaan di kelas 3, ia menjalani operasi dengan lancar.
“Terpaksa harus operasi karena kondisinya seperti itu, tapi untung ada JKN jadi saya menjalaninya lebih tenang, hasilnya pun lancar. Tak berlangsung lama putri pertama saya lahir dengan selamat,” ungkapnya, Jumat (12/12).
Sebelum operasi tersebut, Nuyani bercerita jika awalnya ia sempat memeriksakan diri ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempatnya terdaftar. Selama beberapa kali periksa di FKTP, ia kemudian dirujuk ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yaitu rumah sakit tempatnya melahirkan tadi.
Selama hampir sembilan bulan ia menjalani pemeriksaan menggunakan JKN, hingga kemudian melahirkan sesuai dengan yang dijadwalkan oleh dokter yang merawatnya.
“Jadi dari awal memang diprediksi akan lahiran secara operasi, saat itu juga saya dan suami memang menyerahkan sepenuhnya kepada dokter yang merawat kami, sedangkan pembiayaan, kami serahkan sepenuhnya kepada BPJS Kesehatan, itulah kunci ketenangan kami sehingga kami dapat menjalankan pekerjaan sehari-hari sebagai pedagang kecil-kecilan,” lanjutnya.
Dokter kemudian melakukan persiapan operasi seminggu sebelum Nuyani melahirkan, ia harus lebih sering menjalani pemeriksaan baik kandungannya maupun kondisi kesehatannya untuk persiapan melahirkan tersebut. Pada saat hari melahirkan, ia kembali menjalani observasi selama hampir setengah hari sebelum kemudian menjalani operasi.
Nuyani menceritakan jika dari awal ia berurusan dengan FKTP maupun FKRTL, ia sama sekali tidak mengalami kendala sama sekali, syarat yang sangat mudah yaitu hanya KTP saja dan proses yang tidak berbelit-belit ia rasakan, bahkan meskipun hanya dirawat di kelas 3, ia mengaku merasakan layanan yang memuaskan tanpa ada di bedakan.
“Sangat mudah dan cepat, tidak ada kendala sama sekali, saya bahkan sampai tidak fokus untuk pengurusan JKN, karena suami tiba-tiba sudah sat-set dan selesai pengurusan administrasi, jadi saya hanya fokus untuk menanti buah hati saat itu, namun yang paling berkesan adalah ketika pulang dari rumah sakit saya memastikan tidak membayar sepeserpun, semuanya dijamin oleh JKN,” ceritanya.
Sampai dengan kontrol kembali yang harus Nuyani jalani selama dua kali hingga imunisasi anaknya di FKTP, ia tetap dibantu oleh JKN. Nuyani sangat merasa terbantu dan berharap kepesertaan JKN-nya tetap aktif, mengingat ada beberapa kejadian kartu JKN pemerintah yang tidak aktif. Hal ini membuatnya harus senantiasa mengecek kepesertaannya agar tetap aktif.
“Meskipun saat ini kami mulai berdagang lagi tetapi kami berharap tanggungan pemerintah tetap kami dapatkan, karena iuran yang dibayarkan setiap bulan tentu sangat meringankan kami dibandingkan kami harus membayar iuran sendiri setiap bulan, rasa-rasanya kami kurang mampu,” lanjutnya.
Namun suaminya yang sudah mulai bekerja kembali, memberikan harapan untuk keluarga kecilnya dijamin dari tempat kerja dengan kelas kepesertaan yang lebih tinggi, ia hanya berharap Program JKN tetap berlangsung dan menjamin setiap pengobatan yang mereka jalani.
Editor: Redaksi
Reporter: BPJS Klungkung
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4657 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2285 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan