Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Pembangunan Sekolah Rakyat di Karangasem Ditarget Rampung Juni 2026
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gubernur Bali, Wayan Koster, menghadiri penandatanganan kontrak paket pembangunan Sekolah Rakyat beserta manajemen konstruksinya, Jumat (19/12) di Watujimbar Resort, Sanur, Denpasar.
Penandatanganan ini menjadi tonggak komitmen pemerintah dalam menyediakan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Bali, khususnya melalui pembangunan Sekolah Rakyat berasrama.
Kontrak yang ditandatangani tak hanya terkait pembangunan fisik sekolah, tetapi juga mencakup manajemen konstruksi untuk memastikan proyek berjalan terstruktur, transparan, bermutu tinggi, tepat waktu, dan akuntabel.
Adapun nilai kontrak pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Kabupaten Karangasem mencapai Rp255,5 miliar, sementara jasa manajemen konstruksi lebih dari Rp3 miliar. Kegiatan ini juga dihadiri Ketua DPRD Bali, Bupati Karangasem, dan pejabat kementerian terkait.
Direktur Infrastruktur Dukungan Pendidikan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PUPR, Jonny Zainuri Echsan, melalui sambungan daring menjelaskan bahwa pembangunan sekolah ini merupakan langkah pemerintah memutus rantai kemiskinan antar generasi.
“Ini adalah pelaksanaan dari Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025. Untuk penyiapan sarana dan prasarana secara teknis, Kementerian PUPR menjadi leading sector,” ujar Jonny.
Sekolah Rakyat juga menyasar anak-anak dari kelompok masyarakat kurang mampu sebagai bagian dari upaya menciptakan keadilan pendidikan. Pada tahun anggaran berjalan, pemerintah menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat di 104 lokasi seluruh Indonesia.
Jonny menjelaskan kontrak fisik dan manajemen konstruksi untuk Karangasem merupakan bagian dari program nasional tersebut dan ditargetkan rampung Juni 2026. Seluruh proses akan diawasi Badan Pemeriksa Keuangan guna memastikan kepatuhan terhadap penggunaan material, tenaga kerja, dan prioritas produk dalam negeri.
“Mitigasi risiko harus dilakukan secara cermat untuk menghindari pelambatan perencanaan dan rendahnya kualitas hasil kerja. Prinsip tepat waktu, tepat mutu, tepat biaya, tepat manfaat, dan tertib administrasi menjadi keharusan,” tegasnya.
Secara nasional, pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II ditargetkan mencapai 104 sekolah permanen dengan total anggaran sekitar Rp20 triliun untuk periode 2025–2026. Seluruh sekolah ditargetkan selesai pada Juli 2026 agar dapat digunakan pada tahun ajaran 2026/2027.
Gubernur Bali menyambut baik pembangunan Sekolah Rakyat dan berharap keberadaan sekolah tersebut membawa manfaat nyata bagi masyarakat Bali, terutama dalam mempercepat pengurangan kemiskinan ekstrem melalui peningkatan kualitas pendidikan generasi muda.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3797 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1741 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang