Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 27 September 2026
TPA Suwung Ditutup, De Gadjah Desak Alternatif Solusi Sampah Sebelum PSEL Dibangun
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ketua DPD Gerindra Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah, menyatakan dukungannya terhadap rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung yang akan dilakukan Pemprov Bali menjelang pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Ia menilai kebijakan tersebut penting mengingat kondisi TPA Suwung yang sudah kelebihan kapasitas dan berdampak pada lingkungan serta kesehatan masyarakat sekitar. Namun ia mengingatkan agar penutupan dilakukan dengan perencanaan matang agar tidak memunculkan persoalan baru di lapangan.
“Setuju dengan penutupan TPA Suwung, karena kondisi TPA yang sudah overload sangat merugikan lingkungan dan kesehatan warga sekitar. Namun, penutupan harus disertai persiapan alternatif yang matang, agar tidak menimbulkan masalah baru seperti sampah menumpuk di permukiman atau dibuang secara ilegal,” ujarnya di Denpasar, Sabtu (20/12/2025).
De Gadjah menyebut pembangunan PSEL sebagai solusi jangka panjang yang modern dan berkelanjutan, tetapi prosesnya membutuhkan waktu dan biaya besar. Terlebih saat ini pemerintah pusat tengah fokus pada penanganan bencana di beberapa wilayah sehingga proyek PSEL berpotensi mengalami keterlambatan.
Menurutnya, sebelum penutupan dilakukan, pemerintah provinsi, kabupaten dan kota perlu menyiapkan alternatif pengelolaan sampah yang menjadi win-win solution bagi semua pihak.
“Perlu alternatif yang benar-benar win-win solution sebelum PSEL dimulai dan penutupan TPA Suwung. Mari kita semua sumbangsih berpikir, memberi solusi yang baik, dan bahu membahu antara pemerintah, pengusaha, semua elemen masyarakat,” katanya.
Untuk menghindari kekacauan sampah selama masa transisi, De Gadjah mengusulkan sejumlah langkah konkret. Di antaranya soft closing atau pengurangan bertahap pembuangan sampah ke TPA Suwung sambil memastikan pengalihan ke TPST berjalan stabil.
Selain itu, percepatan pembangunan dan optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), sistem pemilahan dari sumber, serta penerapan kuota pembuangan sampah ke TPA lain agar tidak membebani daerah tujuan.
Edukasi publik tentang pemilahan sampah, mitigasi sosial bagi pemulung dan pekerja TPA melalui pelatihan alternatif, serta penguatan koordinasi antar kabupaten melalui MoU turut ia tekankan.
De Gadjah menyebut rencana penutupan TPA Suwung harus menjadi momentum transformasi sistem pengelolaan sampah di Bali dari pola lama “kumpul-angkut-buang” menuju sistem daur ulang dan energi yang berkelanjutan.
“Saya yakin pembangunan PSEL adalah solusi jangka panjang yang baik, tetapi masa transisi perlu dikelola dengan hati-hati agar tidak terjadi kekacauan sampah,” ujarnya.
Ia kembali menegaskan dukungan terhadap pemerintah sepanjang kebijakan ini disertai kesiapan infrastruktur dan komunikasi publik yang jelas.
“Intinya, setuju ditutup, tapi mohon persiapan alternatifnya dipercepat dan dikomunikasikan dengan jelas ke masyarakat agar tidak menimbulkan masalah baru,” tegasnya.
De Gadjah mengajak seluruh elemen untuk berkolaborasi menyiapkan solusi terbaik bagi Bali.
“Mari bersama-sama memberikan solusi nyata, berpikir strategis, dan bergerak kolaboratif. Bali bisa menjadi contoh pengelolaan sampah yang cerdas dan berkelanjutan,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Gerindra Bali
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8489 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5831 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3655 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2484 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar