Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 2 Juli 2026
Prabu Catur Muka Ajak Semeton Buleleng Perantauan Bersinergi Bangun Daerah
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Paiketan Rantauan Buleleng (PRABU) Catur Muka menggelar temu wirasa bertempat di Nexx Cafe, Denpasar, Minggu 21 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi dan dialog antar semeton Buleleng yang merantau dan beraktivitas di Denpasar.
Acara dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat, antara lain Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Asisten I Pemerintah Kabupaten Buleleng Ariadi Pribadi, pengusaha nasional asal Bali I Gusti Ngurah Anom (Ajik Cok), serta Ketua PRABU Catur Muka I Gede Cipta Sudewa Atmaja. Tokoh akademisi, pelaku usaha, dan birokrat turut hadir.
Ketua PRABU Catur Muka I Gede Cipta Sudewa Atmaja menyampaikan visi komunitas ini sebagai wadah pemersatu warga Buleleng di perantauan. Ia menegaskan pentingnya kebersamaan untuk mendukung kemajuan Denpasar dan Buleleng.
Tema temu wirasa kali ini mengangkat “Sinergi Pembangunan Buleleng dengan Denpasar melalui Spirit Vasudhaiva Kutumbhakam”, menggambarkan semangat bahwa seluruh manusia merupakan satu keluarga besar yang bertanggung jawab menjaga keharmonisan daerah tempat tinggalnya.
Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara membuka kegiatan sekaligus menyampaikan apresiasi atas kontribusi PRABU Catur Muka terhadap pembangunan Denpasar. Ia menyebut keberadaan komunitas kedaerahan berperan penting menjaga kerukunan sosial.
Baca juga:
Denpasar Target Bebas Kawasan Kumuh 2026, Perkim Libatkan Komunitas Prabu Catur Muka dan Warga
Jaya Negara juga menyinggung beberapa persoalan seperti pengelolaan sampah yang sempat terhambat akibat cuaca dan keterbatasan TPA, serta persoalan kemacetan di Denpasar. Ia meminta dukungan masyarakat dalam mencari solusi terbaik, termasuk PRABU Catur Muka.
Terkait kemacetan, jumlah kendaraan di Denpasar kini mencapai hampir 1,5 juta unit, jauh lebih tinggi dibanding jumlah penduduk sekitar 745 ribu jiwa. Kondisi jalan yang sempit dan preferensi masyarakat terhadap kendaraan pribadi menjadi faktor pemicu.
Acara diisi sesi talk show menghadirkan Ajik Cok dan Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar Sukewati Lanang Putra Perbawa. Ajik Cok mengungkapkan investasi lahannya di wilayah Buleleng bagian barat mencapai sekitar 40 hektare dengan nilai Rp60 miliar, sambil berharap akses daerah makin terbuka.
Di sisi lain, seorang warga Ketut Maha Agung menyampaikan aspirasi agar pemerataan pembangunan di Buleleng juga menyentuh wilayah timur seperti Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula yang memiliki potensi lahan untuk dikembangkan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun