Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Solidaritas di Tengah Keterbatasan, Resolusi Menjemput Harapan 2026
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Menjelang pergantian tahun, Kabupaten Jembrana berada pada titik krusial untuk menentukan arah pembangunan daerah. Tahun 2025 disebut bukan sekadar perjalanan angka, melainkan ujian ketangguhan bagi Gumi Makepung dalam menghadapi tekanan fiskal dan dinamika sosial.
Ketua DPRD Kabupaten Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi, dalam refleksi akhir tahun memaparkan capaian dan tantangan daerah sepanjang 2025 serta arah kebijakan di tahun 2026. Menurutnya, 2025 adalah tahun "Bertahan dan Berbagi," sementara 2026 harus menjadi tahun "Kemandirian dan Integritas".
Kebijakan efisiensi anggaran pusat yang berlaku nasional membuat daerah kehilangan potensi anggaran miliaran rupiah, termasuk pada sektor layanan sosial. Kondisi tersebut menjadi batu uji bagi pemerintah daerah dalam menentukan prioritas pembangunan.
"2025 adalah tahun di mana kita dipaksa untuk memilih prioritas secara ekstrem,” ungkap politisi asal Yehembang, Mendoyo ini.
Meski begitu, solidaritas warga Jembrana dinilai sangat kuat dengan dukungan hingga tingkat banjar dan lingkungan. Namun isu lingkungan tetap menjadi sorotan serius, termasuk dugaan perambahan Hutan Bali Barat oleh investor. Ia menegaskan keselamatan rakyat harus menjadi prioritas dalam investasi.
"Kita tidak boleh menutup mata. Ada pelajaran tentang kerentanan paru-paru Bali, Ancaman Deforestasi. Investasi memang perlu, tapi tidak dengan mengorbankan masa depan ekologi kita," ujarnya.
Memasuki 2026, DPRD menargetkan penguatan kemandirian ekonomi daerah melalui sektor UMKM, pertanian lokal, dan ekonomi kreatif. Regulasi akan diperkuat untuk memperluas akses pasar bagi petani kakao, pengerajin tenun, nelayan, subak, hingga pengelola sampah.
"Kita harus berdaulat secara pangan dan ekonomi mulai dari tingkat banjar," jelasnya.
Sutharmi juga memastikan pengawasan terhadap izin investasi diperketat, terutama berkaitan dengan kelestarian lingkungan. "Hutan Bali Barat adalah warisan, bukan komoditas. Tahun depan, pengawasan agar diperketat!" tegasnya.
Selain fokus penganggaran, tahun 2026 ditargetkan menjadi momentum penguatan sistem digitalisasi data terpadu dan harmoni sosial yang berakar pada kearifan lokal. Ia menekankan pentingnya ruang kreatif bagi generasi muda untuk pencegahan kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkotika.
"kita butuh lebih banyak pusat kreatiftas, olahraga dan seni untuk mengalihkan energi negatif menjadi karya," tambahnya.
Menutup refleksi akhir tahun, Ketua DPRD mengajak seluruh masyarakat Jembrana menjaga kebersamaan, sesuai filosofi lokal Sagilik Saguluk Salunglung Sabayantaka. Solidaritas yang terbangun sepanjang 2025 disebut sebagai modal sosial memasuki 2026 yang ditandai upaya menuju Jembrana lebih mandiri dan berkelanjutan.
"Solidaritas yang kita bangun bersama di tahun 2025 saat keterbatasan mencekik adalah modal sosial yang tidak ternilai. Di tahun 2026, mari kita ubah solidaritas itu menjadi aksi nyata untuk membangun Jembrana yang lebih mandiri, lebih bersih, dan tetap hijau," paparnya.
Ia juga mengucapkan selamat hari raya Natal dan pergantian tahun bagi masyarakat.
"Selamat Natal dan menyambut tahun baru. Mari kita jadikan Natal dan pergantian tahun ini sebagai momentum untuk merenung dan mensyukuri setiap pertumbuhan yang telah kita lalui sepanjang tahun 2025. Semoga kita semua terinspirasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik, penuh kasih dan solider terhadap sesama," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5825 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2562 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2205 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan