Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Rekayasa Lalin Kerobokan Kelod Terbukti Pangkas Waktu Tempuh
BERITABALI.COM, BADUNG.
Rekayasa lalu lintas (lalin) yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Badung di wilayah Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, terbukti efektif mengurai kemacetan dan mengurangi waktu tempuh perjalanan.
Penerapan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) di sembilan persimpangan sejak Minggu (14/12) lalu mampu menekan antrean kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk. Perubahan pola arus di sejumlah ruas jalan strategis membuat pergerakan kendaraan menjadi lebih teratur, meskipun volume kendaraan masih tergolong tinggi.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, AA Rai Yuda Darma, menjelaskan bahwa uji coba ini merupakan langkah konkret Pemkab Badung dalam menjawab persoalan kemacetan yang sudah lama terjadi di Kerobokan Kelod.
"Kami menargetkan penurunan kepadatan kendaraan, peningkatan kelancaran pergerakan lalu lintas, serta meminimalkan konflik di persimpangan yang selama ini menjadi titik rawan macet," ungkap Yuda Darma pada Rabu (7/1).
Dishub Badung secara intensif melakukan pemantauan harian di lapangan. Tim secara rutin mengidentifikasi kondisi lalu lintas, termasuk fluktuasi volume kendaraan pada jam tertentu yang disandingkan dengan kapasitas jalan. Menurut Yuda Darma, kelancaran lalu lintas sangat bergantung pada keseimbangan antara volume kendaraan dan kapasitas jalan.
Hasil evaluasi selama uji coba mencatat adanya sumbatan di beberapa mulut simpang. Kondisi ini menjadi dasar rekomendasi penanganan infrastruktur, seperti rencana pelebaran geometrik simpang di Jalan Mertanadi Utara, tepatnya di sebelah barat LP, serta pelebaran mulut simpang di Jalan Pengubengan Kauh–Jalan Intan di sisi utara LP.
Setelah melewati mulut simpang, arus lalu lintas cenderung padat lancar pada jam sibuk dan lancar landai ketika volume kendaraan sesuai kapasitas jalan. Penerapan MRLL satu arah juga mulai menunjukkan dampak positif di sejumlah ruas yang sebelumnya dikenal rawan macet, seperti Jalan Batubelig, Jalan Petitenget, Jalan Raya Kerobokan Taman, hingga Jalan Raya Kerobokan Semer ke arah selatan.
"Meski jarak tempuh menjadi lebih panjang karena pengendara diarahkan memutar, waktu perjalanan justru lebih singkat," katanya.
Tujuan utama MRLL adalah memperlancar arus lalu lintas melalui konsep satu arah serta meniadakan konflik atau crossing di persimpangan. Secara teknis, kebijakan ini dinilai efektif, meskipun dalam jangka pendek memerlukan proses adaptasi bagi masyarakat.
Beragam respons muncul di media sosial, mulai dari keluhan hingga dukungan. Dishub Badung menilai dinamika tersebut sebagai bagian dari proses penyesuaian, khususnya bagi warga lokal yang terbiasa dengan pola arus lama. Respons positif juga disampaikan langsung kepada Bupati Badung dan Dishub, terutama dari para pekerja transportasi yang merasakan waktu tempuh kini lebih singkat.
"MRLL disiapkan sebagai solusi jangka panjang, seiring pertumbuhan kendaraan yang belum dapat ditekan dan kapasitas jalan yang berkembang relatif lambat," tegasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Diskominfo Badung
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3730 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1673 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang