Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
DPRD Karangasem Segera Bentuk Pansus Aset
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
DPRD Karangasem segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) Aset menyusul masih banyaknya aset milik Pemerintah Kabupaten Karangasem yang bermasalah, baik dari sisi keberadaan fisik maupun kepastian status hukumnya.
Rencana pembentukan pansus tersebut mengemuka saat Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika didampingi Wakil Ketua DPRD Kadek Wiesya Kusmiadewi serta anggota Komisi I melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Karangasem, Selasa (6/1/2026).
Baca juga:
Ketua DPRD Karangasem Desak Pemkab Tindaklanjuti Instruksi Gubernur Soal Larangan Alih Fungsi Lahan
Sidak itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta hasil rapat koordinasi dan supervisi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pengelolaan aset daerah di Karangasem.
Suastika menegaskan, pembentukan Pansus Aset merupakan langkah serius DPRD untuk menuntaskan persoalan aset daerah yang selama ini berlarut-larut dan berpotensi menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
“Masalah aset ini tidak hanya soal fisiknya, tetapi juga menyangkut regulasi dan kepastian status hukum. Karena itu, kami memandang perlu membentuk pansus agar penanganannya lebih fokus dan komprehensif,” tegasnya.
Ia juga menyoroti dampak persoalan aset terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, masih banyak aset daerah, baik bergerak maupun tidak bergerak, yang belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena belum jelas status hukum dan pencatatannya. DPRD Karangasem pun masih menunggu data lengkap aset dari BPKAD sebagai bahan utama pembahasan di Pansus Aset nantinya.
Sementara itu, Kepala BPKAD Karangasem I Nyoman Siki Ngurah mengakui masih adanya aset daerah yang bermasalah, khususnya yang belum tercatat secara administratif sehingga menjadi temuan BPK.
Ia menjelaskan, ke depan pihaknya akan melakukan penataan aset secara menyeluruh melalui sistem pencatatan elektronik Barang Milik Daerah (E-BMD) guna meminimalkan persoalan serupa.
“Jika aset tidak tercatat, tidak diamankan, dan tidak dikelola dengan baik, tentu akan terus menjadi persoalan. Padahal, cukup banyak aset daerah yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan PAD,” ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2748 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2026 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1962 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun