Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Dishub Buleleng Pasang PJU Tenaga Surya 2026, Anggaran Rp2,4 Miliar
BERITABALI.COM, BULELENG.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Buleleng kembali memasang lampu penerang jalan umum tenaga surya (PJU-TS) pada tahun 2026.
Program ini sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Buleleng untuk memperindah wajah kota sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan Buleleng, Gede Gunawan AP menjelaskan, penataan penerangan jalan akan mengusung konsep serupa dengan lampu yang telah terpasang di kawasan Jalan Udayana. Pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran untuk mengganti sekaligus menata penerangan di sejumlah ruas jalan strategis.
“Ini bagian dari penataan kota. Kami diberikan anggaran untuk mengganti dan menata penerangan jalan agar wajah kota lebih rapi dan nyaman,” ujarnya, Jumat (9/1).
Pada tahun 2026, PJU tenaga surya direncanakan dipasang di Jalan Dewi Sartika bagian utara dan selatan, serta Jalan Letkol Wisnu. Total terdapat 44 titik lampu dengan anggaran mencapai Rp2,4 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Buleleng.
"Spesifikasi lampu yang digunakan sama seperti yang terpasang di Jalan Udayana," kata Gunawan.
Gunawan menambahkan, lampu PJU-TS tersebut dilengkapi garansi selama lima tahun dengan sistem all risk. Selama masa garansi, seluruh kerusakan menjadi tanggung jawab penyedia, termasuk jika terjadi kerusakan tiang, lampu mati, maupun dampak akibat pohon tumbang.
Pemilihan Jalan Dewi Sartika didasari kondisi ruas jalan yang memiliki median jalan serta banyaknya usaha kopi yang menjadi tempat berkumpul anak muda. Penataan penerangan di kawasan ini diharapkan mampu memperkuat citra kota dan kenyamanan ruang publik pada malam hari.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Buleleng juga merencanakan pemasangan lampu penerang di pintu masuk Kota Singaraja. Penataan ini ditujukan agar masyarakat dan pendatang langsung merasakan perubahan suasana saat memasuki kota, mulai dari arah timur Penarukan hingga kawasan traffic light, serta ke arah barat Jembatan Banyuasri.
Gunawan menyebut penggunaan PJU tenaga surya mampu menghemat pengeluaran daerah karena tidak memerlukan biaya listrik dari PLN. Sebelum penggunaan lampu tenaga surya di Jalan Udayana, biaya listrik yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp15 juta per bulan, dan setelah beralih ke tenaga surya biaya tersebut menjadi nol.
Pemasangan PJU-TS ini ditargetkan mulai dikerjakan pada triwulan kedua tahun 2026, sekitar bulan Mei hingga Juni.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3730 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1673 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang