Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pasamuhan PHDI Bali Memutuskan Tawur Tetap pada Tilem Kasanga

Jumat, 9 Januari 2026, 19:43 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok PHDI Bali/Pasamuhan PHDI Bali Memutuskan Tawur Tetap pada Tilem Kasanga.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Pasamuhan Madya Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali menegaskan pelaksanaan Tawur tetap digelar pada Tilem Kasanga, 18 Maret 2026, dan Hari Suci Nyepi dilaksanakan keesokan harinya, 19 Maret 2026. 

Keputusan ini diambil dalam Pasamuhan Madya PHDI Bali yang diikuti PHDI Provinsi serta PHDI Kabupaten/Kota se-Bali, ormas Hindu, pasemetonan se-Bali, serta organisasi, yayasan, dan lembaga bernafaskan Hindu, Jumat (9/1/2026).

Dalam pandangan umum pasamuhan, seluruh PHDI Kabupaten/Kota se-Bali menyatakan sikap bulat agar pelaksanaan Tawur tetap pada Tilem Kasanga dan Nyepi dilaksanakan sehari setelahnya. Sikap serupa juga disampaikan pimpinan organisasi dan pasemetonan, antara lain Paiketan Krama Bali, Pinandita Sanggraha Nusantara, KMHDI Bali, Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi Pusat, Pesemetonan Arya Kanuruhan, Peradah Bali, dan Pandu Nusa.

Penegasan sikap ini sekaligus menjawab pertanyaan umat Hindu menyusul berkembangnya wacana di ruang publik terkait kemungkinan menggeser pelaksanaan Tawur ke Perwani Tilem Kasanga dan Nyepi dilaksanakan pada Tilem Kasanga.

Sebelum pasamuhan digelar, PHDI Bali terlebih dahulu melaksanakan seminar pada pagi hari yang membahas wacana Tegak Tawur dan Nyepi. Seminar menghadirkan narasumber Sugi Lanus, Dr. Made Gami Sandi Untara, dan Made Suacana, serta dua narasumber yang menyampaikan naskah tertulis, yakni Sabha Wiku Kabupaten Klungkung Ida Pedanda Putra Batuaji dan AAGN Ari Dwipayana dari Yayasan Puri Kauhan Ubud.

Seminar dan pasamuhan tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Dr. I Wayan Sudirta, SH, MH, Anggota DPD RI Arya Weda Karna, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Bali Dr. I Gusti Made Sunarta, S.Ag., M.Ag, serta sejumlah tokoh lainnya. Seluruh narasumber seminar memaparkan rujukan sastra dan tradisi yang menegaskan bahwa pelaksanaan Tawur jatuh pada Tilem Kasanga dan Nyepi dilaksanakan keesokan harinya.

Para pakar merujuk berbagai sastra, tradisi lokal, serta ratusan awig-awig desa adat, termasuk Awig-awig Desa Adat Besakih, yang mengatur bahwa upacara Tawur dilaksanakan pada Tilem Kasanga dan terhubung dengan Tawur Kasanga di Pura Agung Besakih. Sehari setelahnya dilaksanakan Hari Suci Nyepi.

Selain tertuang dalam Himpunan Keputusan Kesatuan Tafsir Aspek-aspek Agama Hindu I–IX tahun 1983, Sugi Lanus yang menelusuri arsip PHDI menyebutkan bahwa Nyepi memang pernah dilaksanakan pada Tilem Kasanga, seperti tercantum dalam kalender Bambang Gede Rawi tahun 1973. Namun, mayoritas referensi sastra menyebutkan Tawur dilakukan pada Tilem Kasanga dan Panyepian keesokan harinya.

Sugi Lanus juga menyampaikan bahwa penjelasan Tawur di Tilem Kasanga termuat dalam Babad Pasek, Babad Bandesa Mas, lontar-lontar Indik Tawur di Besakih, serta Awig-awig Desa Adat Besakih. Dari penelitian terhadap lebih dari 1.000 awig-awig desa adat, sekitar 300 desa adat mencantumkan pelaksanaan Tawur pada Tilem Kasanga. Karena itu, jika dilakukan pergeseran, diperlukan upaya besar untuk mengamandemen awig-awig desa adat di Bali.

Sidang paripurna Pasamuhan Madya yang dipimpin unsur Pandita, Ketua Harian, Ketua Paruman Walaka, Sekretaris, dan perwakilan ormas digelar untuk memberikan kepastian kepada umat Hindu. Sekretaris PHDI Bali Putu Wirata Dwikora menyampaikan bahwa pasamuhan ini digelar guna menegaskan sikap resmi PHDI Bali di tengah berkembangnya diskusi publik.

"Walaupun sudah ada pernyataan sikap PHDI Kabupaten/Kota, sudah juga ada penegasan dari Sekretaris Umum PHDI Pusat,yang semuanya tersebar ke publik, namun karena umat masih juga meminta kepastian dari PHDI, karena itu PHDI Bali menggelar seminar dan pasamuhan madya, Jumat (09/01/2026)," kata Putu Wirata Dwikora.

Dalam forum pasamuhan yang berlangsung demokratis, seluruh PHDI Kabupaten/Kota serta perwakilan pasemetonan dan organisasi bernafaskan Hindu menegaskan agar pelaksanaan Tawur Kasanga tetap pada Tilem Kasanga dan Nyepi dilaksanakan keesokan harinya, sebagaimana yang telah berjalan selama ini.

Beberapa PHDI Kabupaten/Kota juga telah menyampaikan pernyataan sikap tertulis, seperti PHDI Kota Denpasar, PHDI Jembrana, PHDI Karangasem, PHDI Klungkung, PHDI Bangli, PHDI Badung, dan PHDI Tabanan, yang mendukung pelaksanaan Tawur pada Tilem Kasanga dan Nyepi keesokan harinya.

Keputusan Pasamuhan Madya PHDI Bali ini sekaligus mengukuhkan pelaksanaan Tawur pada Tilem Kasanga, 18 Maret 2026, dan Nyepi pada 19 Maret 2026, sebagai pedoman bagi umat Hindu Bali dalam menyambut Tahun Saka 1948/2026 Masehi.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rls



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami