Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




PMI asal Karangasem Meninggal di Turkiye, Keluarga Kaget Lihat Kondisi Jenazah

Sabtu, 10 Januari 2026, 22:32 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi/PMI Asal Karangasem Meninggal di Turkiye, Keluarga Kaget Lihat Kondisi Jenazah.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Kabar duka datang dari seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Karangasem, Bali. 

Ni Komang Dewantari dilaporkan meninggal dunia saat bekerja di Turkiye. Jenazah almarhumah telah dipulangkan ke Tanah Air dan tiba di rumah duka di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, pada Jumat (9/1/2026) sore.

Kapolsek Kubu, AKP I Nyoman Sukarma, menyampaikan bahwa jenazah Dewantari tiba di rumah duka sekitar pukul 17.00 WITA setelah sebelumnya mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, sekitar pukul 14.30 WITA menggunakan pesawat kargo. Selanjutnya, jenazah diantar menggunakan ambulans menuju Karangasem.

Setibanya di rumah duka, pihak keluarga dibuat terkejut dengan kondisi jenazah yang terlihat memiliki banyak jahitan panjang pada tubuh korban. Jahitan tersebut tampak mulai dari bagian leher hingga perut.

"Pihak keluarga kaget melihat kondisi jenazah yang penuh jahitan. Keluarga sempat mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada korban," kata AKP I Nyoman Sukarma, dikonfirmasi Sabtu (10/1/2026).

Selain kondisi fisik jenazah, keluarga juga sempat mempertanyakan kelengkapan dokumen kepulangan jenazah. Dokumen tersebut tidak langsung diserahkan oleh petugas ambulans saat tiba di rumah duka, sehingga memunculkan kebingungan di pihak keluarga.

Setelah dilakukan koordinasi, diketahui bahwa dokumen jenazah dibawa oleh pihak keluarga perempuan yang ikut menjemput jenazah di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

"Setelah dilakukan koordinasi, pihak keluarga perempuan mengirimkan dokumen jenazah dalam bentuk file kepada pihak suami korban," ujar Sukarma.

Terkait jahitan panjang di tubuh korban, keluarga akhirnya memahami bahwa almarhumah diduga telah menjalani proses autopsi di Turkiye. Dugaan tersebut diperkuat dengan adanya dokumen hasil autopsi yang dikeluarkan oleh kepolisian setempat di negara tersebut.

Namun demikian, keluarga belum dapat mengetahui secara pasti penyebab kematian Dewantari. Dokumen hasil autopsi tersebut masih menggunakan bahasa Turkiye, sehingga belum dipahami oleh pihak keluarga.

"Keluarga berencana mencari penerjemah agar bisa mengetahui secara jelas hasil autopsi dan penyebab meninggalnya," tutup Kapolsek. (sumber: kompas.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami