Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
PMI asal Karangasem Meninggal di Turkiye, Keluarga Kaget Lihat Kondisi Jenazah
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Kabar duka datang dari seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Karangasem, Bali.
Ni Komang Dewantari dilaporkan meninggal dunia saat bekerja di Turkiye. Jenazah almarhumah telah dipulangkan ke Tanah Air dan tiba di rumah duka di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, pada Jumat (9/1/2026) sore.
Baca juga:
KBRI Amman Bekali PMI di Yordania Materi K3
Kapolsek Kubu, AKP I Nyoman Sukarma, menyampaikan bahwa jenazah Dewantari tiba di rumah duka sekitar pukul 17.00 WITA setelah sebelumnya mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, sekitar pukul 14.30 WITA menggunakan pesawat kargo. Selanjutnya, jenazah diantar menggunakan ambulans menuju Karangasem.
Setibanya di rumah duka, pihak keluarga dibuat terkejut dengan kondisi jenazah yang terlihat memiliki banyak jahitan panjang pada tubuh korban. Jahitan tersebut tampak mulai dari bagian leher hingga perut.
"Pihak keluarga kaget melihat kondisi jenazah yang penuh jahitan. Keluarga sempat mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada korban," kata AKP I Nyoman Sukarma, dikonfirmasi Sabtu (10/1/2026).
Selain kondisi fisik jenazah, keluarga juga sempat mempertanyakan kelengkapan dokumen kepulangan jenazah. Dokumen tersebut tidak langsung diserahkan oleh petugas ambulans saat tiba di rumah duka, sehingga memunculkan kebingungan di pihak keluarga.
Setelah dilakukan koordinasi, diketahui bahwa dokumen jenazah dibawa oleh pihak keluarga perempuan yang ikut menjemput jenazah di Bandara I Gusti Ngurah Rai.
"Setelah dilakukan koordinasi, pihak keluarga perempuan mengirimkan dokumen jenazah dalam bentuk file kepada pihak suami korban," ujar Sukarma.
Terkait jahitan panjang di tubuh korban, keluarga akhirnya memahami bahwa almarhumah diduga telah menjalani proses autopsi di Turkiye. Dugaan tersebut diperkuat dengan adanya dokumen hasil autopsi yang dikeluarkan oleh kepolisian setempat di negara tersebut.
Namun demikian, keluarga belum dapat mengetahui secara pasti penyebab kematian Dewantari. Dokumen hasil autopsi tersebut masih menggunakan bahasa Turkiye, sehingga belum dipahami oleh pihak keluarga.
"Keluarga berencana mencari penerjemah agar bisa mengetahui secara jelas hasil autopsi dan penyebab meninggalnya," tutup Kapolsek. (sumber: kompas.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5897 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4625 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2592 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2235 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2209 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan