Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
PMI asal Karangasem Meninggal di Turkiye, Keluarga Kaget Lihat Kondisi Jenazah
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Kabar duka datang dari seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Karangasem, Bali.
Ni Komang Dewantari dilaporkan meninggal dunia saat bekerja di Turkiye. Jenazah almarhumah telah dipulangkan ke Tanah Air dan tiba di rumah duka di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, pada Jumat (9/1/2026) sore.
Baca juga:
KBRI Amman Bekali PMI di Yordania Materi K3
Kapolsek Kubu, AKP I Nyoman Sukarma, menyampaikan bahwa jenazah Dewantari tiba di rumah duka sekitar pukul 17.00 WITA setelah sebelumnya mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, sekitar pukul 14.30 WITA menggunakan pesawat kargo. Selanjutnya, jenazah diantar menggunakan ambulans menuju Karangasem.
Setibanya di rumah duka, pihak keluarga dibuat terkejut dengan kondisi jenazah yang terlihat memiliki banyak jahitan panjang pada tubuh korban. Jahitan tersebut tampak mulai dari bagian leher hingga perut.
"Pihak keluarga kaget melihat kondisi jenazah yang penuh jahitan. Keluarga sempat mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada korban," kata AKP I Nyoman Sukarma, dikonfirmasi Sabtu (10/1/2026).
Selain kondisi fisik jenazah, keluarga juga sempat mempertanyakan kelengkapan dokumen kepulangan jenazah. Dokumen tersebut tidak langsung diserahkan oleh petugas ambulans saat tiba di rumah duka, sehingga memunculkan kebingungan di pihak keluarga.
Setelah dilakukan koordinasi, diketahui bahwa dokumen jenazah dibawa oleh pihak keluarga perempuan yang ikut menjemput jenazah di Bandara I Gusti Ngurah Rai.
"Setelah dilakukan koordinasi, pihak keluarga perempuan mengirimkan dokumen jenazah dalam bentuk file kepada pihak suami korban," ujar Sukarma.
Terkait jahitan panjang di tubuh korban, keluarga akhirnya memahami bahwa almarhumah diduga telah menjalani proses autopsi di Turkiye. Dugaan tersebut diperkuat dengan adanya dokumen hasil autopsi yang dikeluarkan oleh kepolisian setempat di negara tersebut.
Namun demikian, keluarga belum dapat mengetahui secara pasti penyebab kematian Dewantari. Dokumen hasil autopsi tersebut masih menggunakan bahasa Turkiye, sehingga belum dipahami oleh pihak keluarga.
"Keluarga berencana mencari penerjemah agar bisa mengetahui secara jelas hasil autopsi dan penyebab meninggalnya," tutup Kapolsek. (sumber: kompas.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang