Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Peternakan Ayam di Abiansemal Terbakar, Kerugian Tembus Rp1 Miliar
BERITABALI.COM, BADUNG.
Musibah kebakaran menimpa peternakan ayam boiler milik I Ketut Miasa (43) di Banjar Pikah, Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 13 Januari 2026 sekitar pukul 03.00 WITA dan menghanguskan seluruh bangunan kandang beserta isinya.
Diduga kuat, sumber api berasal dari korsleting listrik pada bangunan lantai dua sebelah utara peternakan. Akibat kebakaran itu, satu unit mesin pemanas, satu unit mesin blower, serta sekitar 18 ribu ekor bibit ayam boiler yang berada di dalam kandang ludes terbakar. Korban mengaku mengalami kerugian mencapai Rp1 miliar.
Dalam keterangannya, Ketut Miasa mengatakan peristiwa kebakaran pertama kali diketahui oleh karyawannya, I Wayan Tri Agus Anggarta (27), yang tinggal di mess dekat lokasi peternakan. Saksi terbangun setelah mendengar suara pecahan bambu dari arah kandang.
Saksi kemudian keluar dan mendapati api sudah membesar dari lantai dua sebelah utara kandang. Kobaran api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian bangunan yang merupakan konstruksi semi permanen berbahan kayu dan terpal plastik.
"Karyawan saya melihat api sudah membesar dari peternakan, kejadian itu langsung diberitahukan ke saya," ungkap Ketut Miasa, Selasa (13/1/2026).
Mendapat kabar tersebut, Ketut Miasa langsung menuju lokasi. Ia mendapati api telah melahap hampir seluruh area peternakan. Upaya pemadaman sempat dilakukan secara manual dengan peralatan seadanya sembari menunggu petugas pemadam kebakaran tiba.
Tak berselang lama, petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung datang ke lokasi dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam. Proses pemadaman sempat terkendala karena akses kendaraan menuju lokasi kebakaran cukup sulit.
"Si jago merah berhasil dijinakkan dalam waktu kurang lebih tiga jam," terangnya.
Ketut Miasa mengungkapkan, bangunan kandang berlantai tiga tersebut menampung sekitar 18 ribu ekor bibit ayam boiler berusia enam hari. Ayam-ayam pedaging itu rencananya akan dijual hidup kepada pengepul untuk dipasarkan.
"Ada sekitar 18 ribu ekor, semuanya masih kecil, baru enam hari. Ini ayam pedaging, nanti kalau ada pembeli yang datang tinggal ambil, mereka yang potong sendiri. Disini kita hanya peternakan saja,” ungkapnya.
Ia menambahkan, usaha peternakan ayam broiler tersebut telah digelutinya sejak tahun 2008 dan menjadi satu-satunya sumber penghidupan bagi keluarganya. Pasca kebakaran, Ketut Miasa mengaku masih kebingungan menentukan langkah ke depan.
"Cuma di sini saja usaha saya. Sudah jalan dari 2008, hampir 18 tahun. Masih bingung. Belum kepikiran mau bagaimana selanjutnya," ungkapnya lirih.
Sementara itu, Kapolsek Abiansemal Kompol I Nyoman Karang Adiputra membenarkan adanya laporan kebakaran tersebut. Pihak kepolisian menerima informasi dari Bhabinkamtibmas Desa Blahkiuh dan langsung mendatangi lokasi kejadian.
Dari hasil identifikasi awal, kebakaran diduga kuat dipicu korsleting listrik pada bangunan kandang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan pemilik peternakan memilih tidak melaporkan kejadian secara resmi karena menganggapnya sebagai musibah.
"Diduga korsleting listrik, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Pemilik peternakan tidak melaporkan kejadian dan menganggapnya sebagai musibah," ungkap Kompol Adiputra.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3783 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1724 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang