Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pelaku Perusakan dari Atap Rumah di Kuta Ternyata Alami Gangguan Jiwa Berat
BERITABALI.COM, BADUNG.
Hasil pemeriksaan pria yang naik ke atap rumah warga dan melakukan perusakan di Jalan Majapahit, Kuta, pada Senin, 5 Januari 2026 siang, akhirnya terungkap. Pelaku berinisial S. Ole diketahui mengalami gangguan kejiwaan berat yang bersifat kronis.
Temuan tersebut disampaikan Tim Dokter Kejiwaan RSUP Prof. IGNG Ngoerah Denpasar yang diketuai dr. Lelly Setyawati Kurniawan SpKJ. Dalam pertemuan dengan awak media di Polsek Kuta, dr. Lelly menjelaskan bahwa gangguan kejiwaan yang dialami S. Ole sudah berlangsung lama dan tidak tertangani secara optimal sejak awal, sehingga berkembang menjadi kondisi kronis disertai halusinasi berat.
“Halusinasi itu maksudnya tanpa ada sumber yang jelas dia (pasien) mendengar suara yang memerintahkannya untuk melakukan sesuatu. Pasien merasa ketakutan dengan suara itu. Menurut pasien itu adalah suara setan yang terus mengejarnya. Puncaknya dia naik atap rumah warga dan melakukan pengrusakan,” beber dr. Lelly.
Berdasarkan keterangan keluarga, S. Ole sebelumnya sempat dibawa berobat ke Puskesmas di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Namun, keterbatasan fasilitas serta ketersediaan obat membuat proses pengobatan tidak berjalan maksimal.
“Jadi, penyakit yang diderita pasien ini sudah kronis. Pada saat pasien datang ke Bali benar-benar dalam kondisi hilang akal. Dia jalan tanpa arah yang jelas,” sebut dr. Lelly.
Sementara itu, Kapolsek Kuta Kompol Agus Riwayanto Diputra menjelaskan bahwa pelaku merusak dua rumah warga masing-masing milik Gusman Saputra dan Kadek Sriasa. Kedua pemilik rumah mengaku tidak mengetahui bagaimana pelaku bisa naik ke atap dan merusak genteng rumah mereka.
Akibat kejadian tersebut, pemilik rumah dan warga sempat kesal hingga menurunkan pelaku secara paksa dan melakukan penganiayaan sebelum akhirnya diamankan pihak kepolisian.
Kapolsek Kuta juga mengungkapkan bahwa S. Ole baru beberapa hari tiba di Bali. Ia datang dari Sumba Barat Daya dengan tujuan mencari istrinya yang bekerja di wilayah Kuta Utara. Namun, setibanya di Pelabuhan Benoa, pelaku berjalan tanpa arah hingga akhirnya tersesat di wilayah Kuta.
"Jadi, kesimpulan akhir dari hasil pemeriksaan dokter, pelaku ini mengalami gangguan kejiwaan berat. Berdasarkan undang-undang yang berlaku pelaku tidk dapat dihukum secara pidana,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4641 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan