Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Sekda Jembrana Pastikan Pemeriksaan Oknum P3K Diduga Selingkuh Berjalan

Sabtu, 17 Januari 2026, 18:19 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi/Sekda Jembrana Pastikan Pemeriksaan Oknum P3K Diduga Selingkuh Berjalan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Beredar video dugaan penggerebekan seorang oknum Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di sebuah penginapan di Kabupaten Jembrana. 

Rekaman tersebut menjadi perhatian publik setelah diunggah oleh anggota DPD RI asal Bali, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (AWK), melalui akun media sosial pribadinya.

Sejak beredar luas, video itu memantik beragam respons warganet. Sebagian menyoroti persoalan dugaan pelanggaran disiplin pegawai, sementara lainnya menekankan risiko penyebaran rekaman yang berkaitan dengan urusan rumah tangga ke ruang publik. Dampak psikologis dan sosial, terutama terhadap keluarga dan anak-anak, menjadi perhatian utama dalam diskusi warganet.

Di tengah derasnya komentar, suami dari perempuan dalam video tersebut akhirnya menyampaikan permohonan agar rekaman tidak lagi dibagikan. Ia menegaskan proses penyelesaian sudah ditempuh melalui jalur resmi dan meminta masyarakat menghentikan penyebaran demi menjaga kondisi keluarga.

“Mohon videonya dihapus. Proses sudah berjalan melalui jalur resmi. Kami ingin situasi segera mereda,” tulisnya melalui akun media sosial pribadi.

Permintaan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah warganet yang menilai penyebaran konten sensitif tanpa persetujuan dapat menimbulkan tekanan besar bagi pihak-pihak yang terlibat, termasuk keluarga inti.

Anggota Komisi II DPRD Jembrana, I Ketut Suastika, turut menyoroti pentingnya literasi digital dalam menyikapi peristiwa ini. Ia menilai penggunaan media sosial harus diimbangi sikap bijak, khususnya ketika menyangkut kehidupan pribadi seseorang.

“Setiap unggahan memiliki dampak. Pemilik akun semestinya lebih cermat sebelum memviralkan sesuatu, apalagi yang sifatnya sangat pribadi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa opini publik berpotensi terbentuk secara keliru apabila penilaian hanya bersumber dari potongan rekaman yang tidak berada dalam konteks resmi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Jembrana, I Made Budiasa, memastikan penanganan administratif terhadap oknum P3K tersebut telah berjalan sesuai ketentuan. Proses pemeriksaan kini ditangani oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) bersama Inspektorat Jembrana.

“Pemanggilan sudah dilakukan dan pemeriksaan masih berjalan. Sanksi menunggu hasil dari tim yang menangani,” jelasnya, Sabtu (17/1/2025).

Sekda Jembrana juga mengonfirmasi oknum P3K tersebut tercatat tidak masuk kerja selama beberapa hari sejak video itu viral dan hal tersebut turut menjadi bagian dari materi pemeriksaan yang sedang berlangsung.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami