Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 30 September 2026
Sekda Jembrana Pastikan Pemeriksaan Oknum P3K Diduga Selingkuh Berjalan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beredar video dugaan penggerebekan seorang oknum Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di sebuah penginapan di Kabupaten Jembrana.
Rekaman tersebut menjadi perhatian publik setelah diunggah oleh anggota DPD RI asal Bali, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (AWK), melalui akun media sosial pribadinya.
Sejak beredar luas, video itu memantik beragam respons warganet. Sebagian menyoroti persoalan dugaan pelanggaran disiplin pegawai, sementara lainnya menekankan risiko penyebaran rekaman yang berkaitan dengan urusan rumah tangga ke ruang publik. Dampak psikologis dan sosial, terutama terhadap keluarga dan anak-anak, menjadi perhatian utama dalam diskusi warganet.
Baca juga:
Dugaan Perselingkuhan Mantan ASN, Bupati Buleleng Disomasi dan Diancam Dilaporkan ke Polda
Di tengah derasnya komentar, suami dari perempuan dalam video tersebut akhirnya menyampaikan permohonan agar rekaman tidak lagi dibagikan. Ia menegaskan proses penyelesaian sudah ditempuh melalui jalur resmi dan meminta masyarakat menghentikan penyebaran demi menjaga kondisi keluarga.
“Mohon videonya dihapus. Proses sudah berjalan melalui jalur resmi. Kami ingin situasi segera mereda,” tulisnya melalui akun media sosial pribadi.
Permintaan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah warganet yang menilai penyebaran konten sensitif tanpa persetujuan dapat menimbulkan tekanan besar bagi pihak-pihak yang terlibat, termasuk keluarga inti.
Anggota Komisi II DPRD Jembrana, I Ketut Suastika, turut menyoroti pentingnya literasi digital dalam menyikapi peristiwa ini. Ia menilai penggunaan media sosial harus diimbangi sikap bijak, khususnya ketika menyangkut kehidupan pribadi seseorang.
“Setiap unggahan memiliki dampak. Pemilik akun semestinya lebih cermat sebelum memviralkan sesuatu, apalagi yang sifatnya sangat pribadi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa opini publik berpotensi terbentuk secara keliru apabila penilaian hanya bersumber dari potongan rekaman yang tidak berada dalam konteks resmi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Jembrana, I Made Budiasa, memastikan penanganan administratif terhadap oknum P3K tersebut telah berjalan sesuai ketentuan. Proses pemeriksaan kini ditangani oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) bersama Inspektorat Jembrana.
“Pemanggilan sudah dilakukan dan pemeriksaan masih berjalan. Sanksi menunggu hasil dari tim yang menangani,” jelasnya, Sabtu (17/1/2025).
Baca juga:
Administrasi Bermasalah, Gugatan Dua Mantan ASN Buleleng Diduga Selingkuh di PTUN Dicabut
Sekda Jembrana juga mengonfirmasi oknum P3K tersebut tercatat tidak masuk kerja selama beberapa hari sejak video itu viral dan hal tersebut turut menjadi bagian dari materi pemeriksaan yang sedang berlangsung.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8564 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5916 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3717 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2544 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar